Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Penjualan Masker di Tanah Abang Naik Signifikan

  • 07 Sep 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penjualan masker di Pasar Tanah Abang meningkat hingga tiga kali lipat dalam dua hari terakhir.
  • Stok masker di lapak dan agen Khaerudin telah habis akibat tingginya permintaan masyarakat.
  • Masker medis, duckbill, dan KF94 menjadi jenis yang banyak dibeli masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Penjualan masker di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, meningkat di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Salah satu pedagang menyebut permintaan masker dalam dua hari terakhir melonjak hingga tiga kali lipat.

Peningkatan permintaan masker tersebut terjadi di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai sejumlah wilayah. Kondisi itu membuat masker menjadi salah satu perlengkapan yang dicari masyarakat untuk mendukung aktivitas di luar ruangan.

Khaerudin, pedagang masker di Pasar Tanah Abang, mengatakan peningkatan penjualan mulai terasa dalam dua hari terakhir. Kondisi tersebut membuat persediaan masker di lapaknya semakin cepat berkurang.

"Wah drastis, ada 3 kali lipat kemarin. Kemarin itu, baru kemarin ya, baru 3 hari, 2 hari lah," kata Khaerudin saat ditemui Pro3 RRI di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Menurut Khaerudin, tingginya permintaan masker juga membuat pedagang kesulitan memperoleh stok dari agen. Ia mengatakan persediaan masker di lapaknya kini telah habis dan harga modal dari agen juga meningkat.

"Stok saya, udah habis stok nih. Kalo harga-harga, kita harga jual di sananya udah tinggi semua harga modalnya," ujarnya.

Khaerudin menyebut masker medis, duckbill, dan KF94 menjadi beberapa jenis yang banyak dibeli masyarakat. Menurutnya, harga masker bervariasi berdasarkan jenis serta jumlah isi dalam setiap kemasan.

"Harganya kisaran Rp10.000, Rp25.000. Isinya ada yang 50, ada yang isi 10," katanya.

Ia mengatakan stok masker di agen juga telah habis akibat tingginya permintaan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat pedagang harus mengambil persediaan langsung dari gudang.

"Stoknya sekarang juga udah habis semua, habis semua stoknya. Di Serbu dari kemarin habis semua di Agen juga, jadi kita harus ngambil ke gudang langsung," ujarnya.

Meski permintaan meningkat dan harga modal dari agen tinggi, Khaerudin mengaku tidak menaikkan harga jual masker. Ia memilih mempertahankan harga standar agar tetap terjangkau masyarakat.

"Kalau saya sih harga standar aja lah. Biar bareng-bareng kita," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....