Perjalanan LRT Jabodebek Masih Normal Pasca-Sebaran Abu Vulkanik

  • 06 Sep 2026 11:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • * LRT Jabodebek memastikan seluruh perjalanan kereta beroperasi secara normal di tengah ancaman sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • * Operasional otomatisasi berteknologi Grade of Automation Level 3 tetap didukung pengawasan langsung oleh train attendant dan pelindung rel ketiga.
  • * Manajemen mengimbau para pengguna jasa transportasi untuk tetap tenang serta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan pada Minggu, 6 September 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - LRT Jabodebek mengoperasikan perjalanan kereta secara normal di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pemantauan ketat pada sistem operasional prasarana terus dijalankan guna menjamin aspek keselamatan seluruh pengguna jasa transportasi.

Pengamanan sistem proteksi difokuskan pada komponen penggerak rel ketiga yang telah memiliki pelindung khusus bagian atas. Langkah antisipasi tersebut berfungsi mencegah benda asing merusak komponen transmisi energi listrik penggerak rangkaian armada kereta.

Dua petugas kebersihan sedang membersihkan debu tebal ,pasca sebaran abu vulkanik di area Stasiun LRT Jabodebek, Minggu, 6 September 2026 (Foto: LRT Jabodebek)

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika mengatakan pemantauan terhadap kondisi operasional terus dilakukan. Kondisi ini, belum berdampak terhadap terhadap operasional LRT Jabodebek,perjalanan pun normal.

“LRT Jabodebek terus melakukan pemantauan terhadap kondisi operasional, kesiapan sarana dan prasarana, serta berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Sejauh ini, kondisi tersebut belum berdampak terhadap operasional LRT Jabodebek dan perjalanan tetap berjalan normal,” ujar Radhitya kepada RRI.co.id Minggu, 6 September 2026.

Rangkaian LRT Jabodebek (Foto: LRT JABODEBEK)

Teknologi pengoperasian armada menerapkan sistem otomatisasi tingkat tiga tanpa pengemudi langsung pada setiap rangkaian kereta. Radhitya mengarahkan petugas pendamping untuk mengawasi tingkat jarak pandang pengawasan visual secara langsung di lapangan.

“Teknologi otomatis dalam operasional LRT Jabodebek tetap didukung oleh SDM yang kompeten. Petugas train attendant secara sigap memantau perjalanan dan kondisi di lapangan, sehingga apabila terdapat perubahan kondisi yang memerlukan penanganan, dapat segera dikoordinasikan,” katanya.

Pengawasan ketat difokuskan pada jaringan persinyalan serta kesiapan prasarana pendukung keselamatan seluruh rute perjalanan. Radhitya memastikan penerbitan informasi pembaruan operasional akan disampaikan secara berkala melalui media komunikasi resmi lembaga.

“Dalam menghadapi kondisi seperti ini, LRT Jabodebek menerapkan sistem manajemen keselamatan dalam setiap operasional. Pemantauan dan koordinasi terus dilakukan agar perjalanan pelanggan tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....