Integrasi Antarmoda Stasiun Diperkuat bagi 242 Juta Penumpang
- 01 Sep 2026 00:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Commuter Indonesia memperkuat integrasi antarmoda stasiun untuk melayani total 242.932.764 penumpang hingga Juli 2026.
- Perusahaan memulai pengerjaan proyek integrasi kawasan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City pada 1 September 2026.
- KAI Commuter memfungsikan perpanjangan peron Stasiun Bogor guna melayani rangkaian kereta Commuter Line berformasi 12 kereta.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia memperkuat integrasi antarmoda stasiun guna melayani 242.932.764 pengguna hingga Juli 2026. Pengembangan ekosistem stasiun terpadu tersebut difokuskan pada kawasan Jabodetabek yang mencatatkan 210,46 juta perjalanan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan langkah strategis perusahaan pada Senin, 31 Agustus 2026. Transformasi fungsi stasiun angkutan publik bertujuan mengubah lokasi perhentian menjadi pusat mobilitas perkotaan terintegrasi.
Karina Amanda memaparkan peran strategis stasiun yang kini terus berkembang melampaui tempat naik turun pengguna. Layanan Kereta Petani dan Pedagang untuk rute Rangkasbitung hingga Merak mencatatkan penumpang sebanyak 31.884 orang.
"Sepanjang 2026, per Juli lalu Commuter Line berhasil melayani 242.932.764 orang di seluruh wilayah operasinya," kata Karina.
Karina menambahkan bahwa peningkatan volume penumpang membuktikan perluasan peran stasiun kereta api bagi publik. Wilayah aglomerasi Bandung menyumbang 11,87 juta pengguna sedangkan kawasan Surabaya mencatatkan sebanyak sepuluh juta orang.
"Jadi, stasiun pun sudah menjadi tempat yang memiliki peran lebih luas bagi pengguna transportasi ini."
Ia menegaskan posisi jaringan kereta urban Jabodetabek sebagai sarana transportasi utama kawasan ibu kota. Jalur Merak melayani 2,83 juta pengguna serta kawasan Yogyakarta mencatatkan angka sebanyak 6,32 juta orang.
"Ini membuktikan bahwa jaringan Commuter Line Jabodetabek sudah menjadi urat nadi utama mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi ibu kota," kata Karina lebih jauh.
Manajer Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menilai tarif terjangkau memberikan dampak positif ekonomi. Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan kawasan metropolitan didominasi oleh penduduk usia produktif.
"Dengan tarif yang terjangkau tentunya penghematan biaya perjalanan dapat memberikan dampak langsung terhadap dunia usaha dan juga masyarakat pengguna Commuter Line," ujarnya lagi.
"Pengeluaran dapat ditekan dari sisi transportasi, dan itu bisa dialihkan untuk membeli bahan baku, menambah modal, menjaga kualitas produk, atau memenuhi kebutuhan keluarga," kata Manajer Public Relations KAI CommuterLeza Arlan
Pengembangan integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City mulai dikerjakan pada tanggal 1 September 2026. Kawasan stasiun tersebut telah terintegrasi dengan moda KA Basoetta, MRT, LRT Jabodebek, dan TransJakarta.
KAI Group mengembangkan konsep Transit-Oriented Development (TOD) guna mendukung aksesibilitas transportasi publik yang efisien. Peningkatan panjang peron Stasiun Bogor difungsikan untuk melayani rangkaian Commuter Line berformasi 12 kereta.
KAI Commuter terus memperkuat layanan angkutan perkotaan guna membangun sistem mobilitas yang terjangkau masyarakat. Pengembangan infrastruktur transportasi publik tersebut relevan dengan kebutuhan arus komuter harian di berbagai kota Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....