Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Polda Riau Tetap Waspadai Karhutla

  • 31 Agt 2026 10:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kualitas udara Pekanbaru membaik, dengan AQI 39 atau kategori baik pada Senin pagi setelah terdampak kabut asap.
  • Hujan membantu mengurangi polutan, sehingga konsentrasi asap menurun dan kualitas udara Pekanbaru berangsur membaik.
  • Penanganan karhutla tetap berlanjut, karena BMKG masih mencatat 264 hotspot yang tersebar di 11 kabupaten/kota Riau.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menunjukkan perbaikan signifikan pada Senin, 31 Agustus 2026 pagi. Setelah dalam beberapa hari terakhir sempat terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pemantauan IQAir, indeks kualitas udara atau US AQI tercatat 39 atau kategori Good/Baik. Stasiun pemantauan tersebut tercantum bersumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kondisi pagi ini menunjukkan perubahan cukup signifikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Pada 24 Agustus lalu, indeks kualitas udara Pekanbaru berdasarkan IQAir sempat mencapai AQI 214 atau kategori sangat tidak sehat.

Perbaikan juga sudah mulai terlihat pada Minggu, 30 Agustus 2026. Hujan yang turun di sejumlah wilayah Riau turut membantu mengurangi konsentrasi polutan dan menipiskan kabut asap di Pekanbaru.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, membaiknya kualitas udara merupakan perkembangan positif bagi masyarakat. Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat jajaran Polda Riau dan TNI mengurangi intensitas penanganan karhutla.

"Alhamdulillah, pagi ini masyarakat Pekanbaru bisa kembali merasakan kualitas udara yang jauh lebih baik. Personel di lapangan tetap bekerja melakukan pemadaman, pendinginan dan patroli untuk memastikan api maupun bara tidak kembali muncul," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurutnya, perhatian utama saat ini bukan hanya pada kondisi udara di Pekanbaru. Tetapi juga pada sumber-sumber kebakaran di sejumlah kabupaten yang masih memerlukan penanganan.

Hal tersebut penting mengingat titik panas masih terdeteksi di Riau. Data BMKG pada Sabtu, 29 Agustus 2026 masih mencatat 264 hotspot yang tersebar di 11 kabupaten/kota.

"Jadi kami tidak ingin terlena dengan kondisi udara yang membaik pagi ini, fokusnya tetap sama, tuntaskan pemadaman di lapangan. Lakukan pendinginan sampai benar-benar aman, cegah munculnya titik baru dan lindungi masyarakat dari dampak karhutla," ujarnya.

Polda Riau juga mengingatkan bahwa kualitas udara bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi kebakaran, arah angin maupun cuaca. Karena itu, pemantauan kualitas udara dan hotspot tetap dilakukan secara berkala sebagai bagian dari langkah mitigasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....