BAZNAS RI Salurkan Ratusan Al-Qur’an bagi LTM NU Jatim Badan Amil Zakat Nasional
- 30 Agt 2026 09:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI merespons cepat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan.
- Pos tersebut dibangun di sejumlah wilayah terdampak untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas gempa.
- Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, mengatakan, keberadaan pos layanan merupakan bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat dan tepat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI merespons cepat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan. Pos tersebut dibangun di sejumlah wilayah terdampak untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas gempa.
Berbagai layanan disiapkan melalui pos-pos tersebut, mulai dari layanan kesehatan, dapur umum, dapur air hingga masjid darurat. Layanan kemanusiaan itu tersebar di sejumlah wilayah terdampak, yakni Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Manggarai Timur.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, mengatakan, keberadaan pos layanan merupakan bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat dan tepat. Layanan tersebut disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.
"Yang kami upayakan adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada dalam situasi darurat. Karena itu, layanan kami dibuat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing titik," ujar Sodik dalam keterangan, 29 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, respons BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan logistik. BAZNAS juga memastikan kebutuhan dasar penyintas tetap terpenuhi selama berada dalam kondisi darurat.
"Dapur umum dan dapur air juga ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh makanan serta air bersih. Sementara itu, layanan kesehatan diberikan untuk membantu memantau dan menangani kondisi kesehatan penyintas," jelasnya.
Menurut Sodik, layanan kesehatan terutama ditujukan bagi warga yang berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi pascabencana.
BAZNAS juga mendirikan masjid darurat di sejumlah lokasi terdampak gempa. Fasilitas tersebut diharapkan dapat kembali menyediakan ruang bagi warga untuk menjalankan ibadah di tengah situasi pascabencana.
Sodik menuturkan, BAZNAS melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) terus memberikan layanan kepada masyarakat penyintas gempa. Kedua unsur tersebut dikerahkan untuk mendukung penanganan kebutuhan kemanusiaan di wilayah terdampak.
"Layanan-layanan BAZNAS juga memungkinkan untuk terus bertambah, kami akan terus bergerak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Semoga ikhtiar ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," ujar Sodik.
BAZNAS memastikan respons kemanusiaan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membantu penyintas memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memperkuat pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....