Gubernur Jabar Minta Kepala Daerah Perkuat Pencegahan Kebakaran di Lahan TPA

  • 30 Agt 2026 03:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kondisi kemarau membuat kawasan TPA memiliki potensi kebakaran, sehingga membutuhkan pengawasan lebih ketat.
  • Data BPBD Jabar per 10 Agustus 2026 mencatat 90 kejadian karhutla di 72 kecamatan.

RRI.CO.ID, Kota Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi meminta seluruh kepala daerah memperkuat mitigasi kebakaran lahan sampah. Instruksi pencegahan bencana tersebut secara khusus difokuskan pada kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) saat kemarau.

Kondisi musim kemarau dinilai membuat area penimbunan sampah memiliki potensi kebakaran yang sangat tinggi. Kawasan penampungan akhir tersebut membutuhkan sistem pengawasan yang jauh lebih ketat dari pemerintah daerah.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa seluruh bupati harus segera bersikap tanggap di lingkungan TPA masing-masing. Aktivitas pembawaan barang pemicu api ke tempat pembuangan sampah dilarang keras demi menghindari kebakaran.

"Kalau TPA kan bupati-bupatinya harus segera tanggap di lingkungan TPA-nya masing-masing. Kalau menurut saya sih, hindarkan orang bawa korek api dan rokok ke tempat TPA," katanya, melalui keterangannya, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Ancaman kebakaran hutan dan lahan meningkat drastis seiring kedatangan fenomena El Nino musim ini. Pemerintah daerah perlu menekan potensi kebakaran terbuka selama puncak musim kemarau di Jawa Barat.

Kepala Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar Dodit Ardian Pancapana meningkatkan langkah pencegahan karhutla. Langkah antisipasi dilakukan guna menekan risiko kebakaran lahan pembuangan akhir selama cuaca ekstrem berlangsung.

"Kami bersama berbagai pihak terus mengintensifkan patroli berkala di wilayah rawan. Termasuk menggalakkan sosialisasi edukatif, serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi meminimalkan risiko karhutla," katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 90 kejadian bencana kebakaran pada 72 kecamatan terdampak. Laporan per 10 Agustus 2026 tersebut melonjak menjadi 132 kejadian per 24 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....