ESDM Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM-LPG di Kalimantan: Sungai Surut hingga Cuaca

  • 26 Agt 2026 20:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di sejumlah wilayah Kalimantan.
  • Salah satu kendala utama adalah kondisi sungai yang surut sehingga menghambat distribusi BBM melalui jalur sungai.
  • Selain kondisi sungai yang surut, faktor cuaca juga menjadi kendala distribusi BBM dan LPG melalui jalur laut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di sejumlah wilayah Kalimantan. Salah satu kendala utama adalah kondisi sungai yang surut sehingga menghambat distribusi BBM melalui jalur sungai.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu 26 Agustus 2026. Ia mengatakan kondisi tersebut berdampak terhadap kapal-kapal yang selama ini mengandalkan jalur sungai untuk mengangkut BBM.

“Di Kalimantan ini banyak terjadi. Saat ini, sungai ini mengalami kondisi surut, sehingga kapal-kapal yang biasanya mengirimkan melalui jalur sungai terkendala untuk proses pengiriman BBM,” ujar Laode.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melakukan mitigasi dengan menambah armada truk pengangkut BBM melalui jalur darat. Namun, kapasitas angkutan melalui truk tidak sebesar distribusi menggunakan kapal melalui sungai.

Karena itu, jumlah pengiriman melalui jalur darat ditingkatkan untuk mengantisipasi antrean dan keterlambatan pasokan. “Tetapi ditambah volumenya agar bisa menutupi tantangan-tantangan antrean yang terjadi dikarenakan oleh cuaca,” kata Laode.

Selain kondisi sungai yang surut, faktor cuaca juga menjadi kendala distribusi BBM dan LPG melalui jalur laut. Menurut Laode, kapal pengangkut energi membutuhkan kondisi cuaca yang relatif tenang untuk dapat merapat dan melakukan proses bongkar muat.

Ketika cuaca tidak mendukung, kapal yang telah tiba di lokasi pun belum tentu dapat langsung menurunkan muatannya. “Kalau kita perhatikan di laut, bahkan ketika kapalnya pun sudah tiba, tidak bisa melakukan bongkar muat karena diperlukan cuaca yang tenang,” ujarnya.

Laode menambahkan, kelangkaan BBM dan LPG juga dapat dipicu oleh sejumlah faktor lain, seperti panic buying, bencana alam, hingga penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi. Terkait penyalahgunaan, pemerintah saat ini tengah mengkaji kebijakan untuk memastikan BBM dan LPG bersubsidi hanya diterima masyarakat yang memang berhak.

Laode menegaskan pemerintah telah melakukan identifikasi terhadap berbagai penyebab kelangkaan dan antrean BBM maupun LPG. Selanjutnya, pemerintah tengah menyusun solusi agar persoalan distribusi tersebut dapat ditangani secara lebih efektif.

“Sekali lagi kami sampaikan bahwa untuk masalah kelangkaan dan antrean ini, identifikasi penyebabnya sudah kami lakukan. Sekarang dalam proses kami kaji untuk kami berikan solusi-solusi dalam proses pelaksanaannya,” ucap Laode.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....