Gempa M4,1 Guncang Pangandaran, Terasa hingga Cianjur Selatan

  • 24 Agt 2026 07:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa tektonik magnitudo 4,1 mengguncang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat pada Senin, 24 Agustus 2026.
  • Pusat gempa berada di laut berjarak 81 kilometer barat daya Pangandaran dengan kedalaman 36 kilometer akibat sesar aktif.
  • BMKG melaporkan getaran dirasakan hingga Cigedug, Singaparna, Cimaung, dan Cianjur Selatan tanpa ada laporan kerusakan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Peristiwa gempa dangkal di laut tersebut terjadi, Senin, 24 Agustus 2026 pukul 06.29.42 wib.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lokasi episenter gempa pada koordinat 8,15 Lintang Selatan. Kedalaman pusat gempa tercatat berada pada jarak 36 kilometer di bawah permukaan air laut.

Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG mengonfirmasi titik koordinat gempa berada di 107,91 Bujur Timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar 81 kilometer di sebelah barat daya dari Kabupaten Pangandaran.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Hartanto menjelaskan pemicu gempa. Keterangan tertulis mengenai sumber aktivitas geologi bawah laut tersebut disampaikan pada hari yang sama.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Aktif Bawah Laut,” kata Hartanto dalam keterangan kepada RRI.co.id , Senin, 24 Agustus 2026.

Guncangan gempa bumi tersebut dirasakan oleh masyarakat di Cigedug, Singaparna, serta kawasan Kabupaten Pangandaran. BMKG mencatat tingkat kekuatan getaran gempa di wilayah tersebut berada pada skala intensitas II-III MMI. Getaran akibat aktivitas sesar aktif tersebut dirasakan nyata di dalam rumah bagaikan truk melintas.

Wilayah Cimaung dan Cianjur Selatan juga merasakan guncangan gempa pada tingkat intensitas II MMI. Getaran skala ringan membuat benda-benda yang digantung di dalam rumah warga setempat bergoyang perlahan.

Hartanto memastikan belum ada dampak kerusakan fisik bangunan rumah warga akibat guncangan gempa tektonik. Petugas pemantau belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan hingga pukul 07.00 WIB pagi.

“Hingga pukul 07.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan,” katanya.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta tidak mudah memercayai kabar yang kurang jelas sumbernya. Seluruh informasi resmi perkembangan kondisi geologi dapat dipantau langsung melalui kanal publik milik BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....