Mahasiswa KKN UMBY Olah Cabai Lokal Jadi Sambal Khas Plalar
- 22 Agt 2026 04:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mahasiswa KKN Kelompok 74 UMBY melaksanakan pelatihan pembuatan sambal bawang kemasan untuk 35 ibu-ibu di Dusun Plalar, Desa Pakis, Kabupaten Magelang pada 7 Agustus 2026.
- Program pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian, khususnya cabai, menjadi produk sambal bawang yang bernilai ekonomis tinggi.
- Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja utama KKN Kelompok 74 UMBY dengan potensi pengembangan sambal bawang sebagai produk khas unggulan Dusun Plalar.
RRI.CO.ID, Magelang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 74 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengembangkan potensi pertanian lokal melalui pelatihan pembuatan sambal bawang kemasan di Dusun Plalar, Desa Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Kegiatan yang diikuti 35 ibu-ibu tersebut berlangsung pada Jumat 7 Agustus 2026 lalu
Pelatihan tersebut merupakan salah satu program kerja utama KKN Kelompok 74 UMBY. Kegiatan bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian, khususnya cabai, menjadi produk sambal bawang yang berpotensi dikembangkan sebagai produk khas Dusun Plalar.
Program ini diinisiasi dengan melihat kondisi masyarakat Dusun Plalar yang mayoritas berprofesi sebagai petani cabai. Melimpahnya hasil pertanian lokal tersebut dinilai memiliki peluang untuk diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat.

Manfaatkan Potensi Cabai Lokal
Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai pembuatan sambal bawang kemasan, termasuk teknik pengolahan agar produk memiliki daya simpan yang lebih baik. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai cara penyimpanan dan faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas sambal kemasan.
Setelah sesi penjelasan, ibu-ibu bersama mahasiswa KKN mengikuti praktik pembuatan sambal secara langsung. Proses tersebut dimulai dari menyiapkan alat dan bahan, mengolah cabai dan bahan lainnya, memasak, hingga mengemas produk.
Melalui pelatihan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai proses pengolahan sambal. Peserta juga diajak melihat peluang pemanfaatan hasil pertanian cabai sebagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Pengolahan cabai menjadi sambal kemasan diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam memanfaatkan hasil panen. Dengan demikian, cabai tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Kembangkan Kemasan dan Identitas Produk
Selain memberikan pelatihan pembuatan sambal, mahasiswa KKN Kelompok 74 UMBY menyiapkan kemasan dan logo sebagai identitas produk sambal khas Dusun Plalar. Kemasan tersebut dirancang agar produk memiliki tampilan yang lebih menarik, praktis, dan mendukung upaya pemasaran.
Pemberian logo menjadi salah satu langkah awal dalam membangun identitas produk. Dengan adanya kemasan dan identitas visual, sambal bawang diharapkan dapat dikembangkan dari produk rumahan menjadi produk khas yang merepresentasikan Dusun Plalar.
Identitas produk juga diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memperkenalkan sambal bawang kepada konsumen. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kemasan dan merek dalam pengembangan produk UMKM.
Antusiasme Masyarakat
Pelaksanaan pelatihan mendapat respons positif dari masyarakat Dusun Plalar. Para ibu tidak hanya mengikuti proses pembuatan sambal, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan selama pelatihan berlangsung.
Suasana kebersamaan terlihat selama proses memasak, mulai dari memotong bahan, menggoreng, hingga mengulek sambal. Kegiatan juga diisi dengan hiburan berupa bernyanyi dan berjoget bersama sehingga suasana pelatihan berlangsung lebih santai dan menyenangkan.
Sutrisno, salah seorang warga yang mengikuti kegiatan memberikan tanggapan positif terhadap sambal yang dihasilkan. “Alhamdulillah, prosesnya lancar dan sambalnya enak, kata ibu-ibu enak, pedas,” ujarnya.
Pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada produk yang dihasilkan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat. Keterlibatan para ibu dalam setiap tahapan pembuatan sambal menciptakan ruang interaksi sekaligus memberikan pengalaman baru bagi masyarakat.
Berharap Jadi Produk Unggulan Dusun Plalar
Mahasiswa KKN Kelompok 74 UMBY berharap produk sambal bawang yang telah dibuat dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat setelah program KKN berakhir. Potensi cabai yang dimiliki Dusun Plalar menjadi salah satu modal penting untuk mengembangkan produk olahan berbasis komoditas lokal.
Pengolahan cabai menjadi sambal diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat. Produk tersebut juga masih memiliki peluang untuk dikembangkan melalui penyempurnaan desain kemasan, penambahan variasi produk, serta penguatan strategi pemasaran.
Dalam diskusi bersama masyarakat, muncul gagasan untuk melanjutkan pengembangan produk menggunakan desain stiker yang telah dibuat. Strategi pemasaran juga dapat dilakukan melalui berbagai saluran, baik secara daring maupun luring, untuk memperluas jangkauan konsumen.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa KKN. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Dusun Plalar untuk mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar cabai.
Dengan kemampuan dalam pembuatan, pengemasan, dan pengembangan identitas produk, sambal bawang diharapkan dapat tumbuh menjadi salah satu produk unggulan Dusun Plalar. Produk tersebut juga berpotensi memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi pertanian dan kreativitas masyarakat Dusun Plalar kepada khalayak yang lebih luas.
Penulis:
Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta
KKN PPM UMBY Kelompok 74
Ellischavira Marianoven Lumatety (230810416)
Dimas Bagas Baskara (230210079)
Toni Rahmat Hidayat (231210041)
Julius Dio (230710156)
Hendra Adiwara (230210077)
Jufentia Kantohe (230810417)
Rona Huriya Taqya (230710154)
Stevanny Dwi Dewinta (230810415)
Maissy Yuliasa Insani (230810422)
Angelita Puspa Rachmawati (230710152)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....