Pemkab Bekasi Kerahkan Puluhan Pompa Air Antisipasi Lahan Pertanian Kekeringan
- 21 Agt 2026 21:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pompa tersebut didistribusikan ke Kecamatan Pebayuran, Cabangbungin, Kedungwaringin, Tambelang, Sukawangi, Setu, dan Muara Gembong.
- Langkah tersebut dilakukan menyusul kekeringan yang saat ini berdampak terhadap sekitar 1.354 hektare lahan pertanian di 15 kecamatan dan 41 desa.
RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Pemkab Bekasi mengerahkan sebanyak 83 unit pompa air ke daerah rawan kekeringan di Kabupaten Bekasi. Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi lahan pertanian di Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan sehingga mengganggu produktivitas.
Melalui Tim Brigade Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian), Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi telah mendistribusikan pompa air ke sejumlah wilayah. Yaitu Kecamatan Pebayuran, Cabangbungin, Kedungwaringin, Tambelang, Sukawangi, Setu, dan Muara Gembong.
Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Eem Embang mengatakan, Pompa digunakan untuk mengambil air dari sumber-sumber yang masih tersedia. Termasuk sungai, guna memenuhi kebutuhan pengairan sawah yang mengalami kekurangan pasokan air.
Ia mengatakan, langkah tersebut dilakukan menyusul kekeringan yang saat ini berdampak terhadap sekitar 1.354 hektare lahan pertanian. Yang tersebar di 15 kecamatan dan 41 desa di Kabupaten Bekasi.
"Penanganan kekeringan perlu dilakukan sejak dini. Sehingga kondisi tersebut tidak berdampak lebih luas terhadap produktivitas dan produksi padi," katanya, kepada wartawan, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut Eem, hingga saat ini belum terjadi penurunan produksi padi secara signifikan. Namun, berkurangnya debit air untuk mengairi persawahan tetap menjadi perhatian karena berpotensi menurunkan produktivitas panen.
"Kurangnya pasokan air berpotensi menurunkan hasil produksi apabila pasokan air tidak segera dipenuhi. Maka dari itu kita antisipasi dengan pompanisasi," katanya.
Dinas Pertanian juga melakukan penanganan jaringan irigasi, termasuk pembersihan saluran dari eceng gondok. Dan membantu petani memperoleh rekomendasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk mendukung operasional pompa dan alat mesin pertanian.
"Berbagai langkah tersebut dilakukan untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif. Sekaligus mencegah lahan potensial tidak dapat ditanami akibat kekurangan air," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....