DPP GNTI Melantik Pengurus DPD DKI Jakarta Periode 2026–2030

  • 19 Agt 2026 22:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah DKI Jakarta periode 2026–2030.
  • DPP GNTI memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat daerah untuk mendampingi petani, nelayan, dan produsen pangan.
  • DPD GNTI DKI Jakarta memprioritaskan pembentukan cabang wilayah serta membangun sinergi strategis bersama pemerintah daerah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia (DPP GNTI) melantik pengurus DKI Jakarta periode 2026–2030. Hadi Sudrajat memimpin kepengurusan wilayah tersebut setelah resmi dilantik pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Langkah organisasi ini menjadi awal pembentukan struktur kepengurusan tingkat provinsi pada seluruh wilayah Indonesia. DPP GNTI memprioritaskan penguatan kepengurusan daerah agar dapat menjangkau basis massa petani serta nelayan.

Ketua Umum DPP GNTI Rokhmin Dahuri memberikan ucapan selamat resmi bagi seluruh pengurus terlantik. Sutrisno sebelumnya telah menduduki posisi pimpinan daerah sebelum menjabat sebagai Sekretaris GNTI Pusat sekarang.

"Pertama saya bersyukur dan bahagia karena pengurus yang saya lantik ini bukan baru tapi penerus dari pengurus sebelumnya diketuai pak Sutrisno yang kini jadi Sekretaris GNTI Pusat," kata Rokhmin Dahuri.

Rokhmin menyampaikan harapan khusus agar jajaran pimpinan baru mampu bekerja maksimal mendampingi para produsen. Kemitraan strategis perlu dibangun bersama Pemprov DKI Jakarta demi mendukung kelancaran seluruh operasional lapangan.

"Saya harapkan pengurus baru yang dipimpin pak Hadi Sudrajat bisa lebih menggeliat lagi dan lebih produktif membantu nelayan, petani, peternak, dan produsen pangan lainnya."

Ia mengingatkan jajaran pengurus DPD DKI Jakarta untuk senantiasa membangun sinergi bersama pihak DPRD. Masalah persoalan lingkungan urban seperti pengelolaan sampah kota Jakarta turut menjadi perhatian penting organisasi.

"GNTI Jakarta diharapkan bisa memberi masukan kepada Pemprov DKI soal tiga hal tadi yaitu pertanian, perikanan dan kehutanan bahkan lingkungan hidup. Soalnya Jakarta ini punya masalah dengan sampah, kebanjiran dan kualitas udara yang terburuk di dunia. GNTI harus berkecimpung di situ karena tanpa lingkungan yang sehat, masalah produksi pertanian dan perikanan tidak akan berjalan optimal dan berkelanjutan," ujarnya.

“Ada baiknya jajaran pengurus di DPD DKI Jakarta ini membuat konsep kerja dan mengajukan second opinion sebagai mitra strategis yang aktif bagi gubernur di DKI Jakarta dan dinas terkait. Kita ambil contoh konsep vertical farming yang dilakukan singapura yang cukup berhasil menjadi topangan kebutuhan sayur bagi warga nya atau perikanan budidaya termasuk didalamnya budi daya ikan hias dimana DKI Jakarta merupakan penyumbang terbesar."

Ketua DPD GNTI Jakarta Hadi Sudrajat menyampaikan komitmen kepengurusan baru dalam memperkuat jaringan organisasi. Pembentukan struktur kerja mencakup penyusunan agenda jangka pendek maupun jangka panjang sesuai program pemerintah.

"Kami memiliki program jangka panjang dan pendek, jangka panjang mengikuti program pemerintah. dan sebagai organisasi atau gerakan, kami harus membela petani dan nelatan, " ujarnya.

Hadi merencanakan pembentukan cabang organisasi pada wilayah Jakarta Utara sebagai bentuk langkah prioritas utama. Pengembangan kepengurusan selanjutnya akan diteruskan ke kawasan lainnya.

"Utara misalnya kan nelayan yang paling banyak, kita fokus di utara dulu karena jadi barometer nelayan. Terus selanjutnya Jakarta Barat, Timur, dan Selatan," kata

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....