PENABUR Kembangkan Talenta Siswa lewat Children Orchestra dan Children Choir

  • 15 Agt 2026 19:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PENABUR Children Orchestra merupakan orkestra resmi PENABUR dan menjadi wadah pengembangan talenta non-akademik siswa.
  • PENABUR Children Choir telah mencatat prestasi internasional, termasuk juara di Singapura dan meraih medali emas di Jepang.
  • PENABUR menegaskan komitmennya memberikan ruang dan dukungan serius terhadap talenta seni siswa, tidak hanya berfokus pada akademik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Yayasan BPK PENABUR terus mendorong pengembangan potensi siswa tidak hanya melalui prestasi akademik, tetapi juga lewat talenta di bidang seni. Salah satunya melalui PENABUR Children Orchestra dan PENABUR Children Choir.

Manajer PENABUR Children Choir & PENABUR Children Orchestra, Minar Pakpahan, mengatakan kedua kelompok tersebut bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Para siswa harus melalui proses audisi sebelum bergabung sebagai anggota.

"Kalau ekskul kan tidak diaudisi, anak-anak boleh pilih. Kalau ini tidak, anak-anak itu diaudisi," kata Minar kepada wartawan di sela-sela PENABUR Learning Festival di Mal Puri Indah 2, Jakarta Barat, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan untuk memastikan anggota yang terpilih memiliki kemampuan dan komitmen untuk menjadi bagian dari kelompok musik yang merupakan perwakilan resmi PENABUR.

Minar mencontohkan, saat audisi PENABUR Children Orchestra, sekitar 200 anak mengikuti proses seleksi. Namun, hanya 33 siswa yang dinyatakan lolos dan bergabung dalam orkestra.

Para anggota yang terpilih kemudian menjalani latihan secara rutin setiap hari Sabtu. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa SD hingga SMA dengan rentang usia sekitar 8 sampai 17 tahun.

Menurut Minar, keseriusan PENABUR dalam mengembangkan talenta siswa juga terlihat dari keterlibatan pelatih profesional. PENABUR menghadirkan konduktor dan pelatih yang memiliki pengalaman serta latar belakang profesional di bidang musik.

"Kita hire konduktor yang memang profesional, lulusan dari London juga. Dia yang akan nanti memimpin orkestra," ujarnya.

Penampilan PENABUR Children Choir saat membawakan sejumlah lagu dalam rangkaian konser di pusat perbelanjaan Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026. Penampilan tersebut menjadi bagian dari kegiatan bermusik para siswa PENABUR sekaligus memperkenalkan karya musik lintas generasi kepada masyarakat (Foto: RRI.co.id)

Selain latihan dan konser, PENABUR Children Orchestra juga diarahkan untuk tampil dalam berbagai kegiatan, termasuk pelayanan di gereja. Sementara PENABUR Children Choir telah lebih dahulu berkembang dan aktif selama sekitar enam tahun.

Minar menyebut, PENABUR Children Orchestra sendiri telah berjalan sekitar satu setengah tahun. Meski relatif baru, kelompok tersebut telah mendapatkan kesempatan tampil di sejumlah tempat.

Ia berharap keberadaan PENABUR Children Choir dan PENABUR Children Orchestra dapat semakin dikenal. Sekaligus, sebagai bentuk keseriusan lembaga pendidikan dalam memberikan ruang bagi siswa mengembangkan talenta di luar bidang akademik.

"Harapannya adalah dunia tahu, khususnya orang-orang dunia pendidikan tahu, bahwa PENABUR itu peduli terhadap talenta-talenta anaknya di luar dari akademik," kata dia.

Menurut Minar, dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai kesempatan bagi siswa untuk tampil dalam konser, mengikuti kompetisi, hingga mendapatkan pengalaman di tingkat internasional.

PENABUR Children Choir, lanjut Minar, bahkan telah menorehkan prestasi di luar negeri. Kelompok tersebut pernah meraih juara pada festival paduan suara di Singapura, dan membawa pulang medali emas dari ajang serupa di Jepang.

Ke depan, PENABUR Children Choir direncanakan memperluas kiprahnya hingga Eropa. Sementara untuk PENABUR Children Orchestra, pengembangan diarahkan pada kolaborasi dengan berbagai pihak karena kelompok orkestra tidak berorientasi pada kompetisi.

Selain pengembangan kelompok musik, PENABUR juga akan menggelar PENABUR International Choir Festival pada 7 hingga 12 September 2026 di PENABUR International School Kapuk Gading.

Minar berharap berbagai kegiatan tersebut dapat semakin membuka ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri. Sekaligus, menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik.

"Ini ada talenta nonakademik yang kita support really, really hard untuk kita berikan ruang, untuk konser, untuk lomba ke luar negeri, untuk yang choir juga," ujarnya.

Sementara, Nadya Cherry Hendro, siswi kelas 1 SMAK 1 PENABUR Jakarta, tampil memainkan biola dalam konser tersebut. Ia mengaku sempat merasa gugup sebelum naik ke panggung, terlebih jumlah penonton yang hadir cukup banyak.

"Sebenernya agak gugup sedikit, karena banyak banget yang nonton. Tapi karena ini konser juga sudah sering, apalagi kita sudah pernah konser besar di MNC Convention Hall, jadi sudah nggak segugup itu," katanya.

Nadya Cherry Hendro, siswi kelas 11 salah satu SMA di Jakarta, menjawab pertanyaan wartawan usai tampil bersama PENABUR Children Orchestra dalam konser di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026 (Foto: RRI.co.id)

Salah satu tantangan yang dirasakan Cherry dalam konser kali ini adalah membawakan lagu-lagu dari era 1970-an hingga 1980-an. Menurutnya, tantangannya bukan semata-mata membutuhkan waktu latihan lebih panjang, melainkan harus lebih tekun memahami karakter lagu.

"Karena kita yang main jarang dengar lagu-lagu 70-80an, jadi harus banyak-banyak dengar lagunya. Jadi kita tahu apa yang kita mainkan sebenarnya, kita kasih feeling apa ke pendengar," ujarnya.

Ia menyebut salah satu lagu yang paling berkesan baginya adalah "Dancing Queen" yang dipopulerkan grup musik ABBA. Lagu tersebut dinilai cukup familiar bagi para pemain sehingga lebih mudah dinikmati ketika dimainkan bersama.

"Dari semua lagu, yang paling familiar buat kita kayaknya Dancing Queen. Karena itu terdengar catchy sampai sekarang,” kata Sheri.

Bagi Sheri, pengalaman tampil dalam konser tidak hanya menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan bermusik. Proses mempelajari lagu-lagu lintas generasi juga membuatnya mendapatkan pengalaman baru dalam memahami musik dan menyampaikan emosi melalui permainan biola.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....