Task Force Hanura Targetkan Konsolidasi Organisasi Rampung September 2026

  • 10 Agt 2026 16:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Medan - Task Force DPP Partai Hanura menargetkan konsolidasi struktur organisasi seluruh Indonesia rampung pada September 2026. Langkah tersebut dilakukan lebih awal untuk mempersiapkan strategi pemenangan Pemilu 2029.

Ketua Tim Satgas Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella mengatakan konsolidasi dilakukan secara cepat. Menurutnya, seluruh struktur organisasi ditargetkan selesai dibenahi pada akhir September 2026.

"Task Force sudah membuat jadwal untuk bekerja cepat. Pada akhir September semua diharapkan selesai," kata Rio di Medan, Senin, 10 Agustus 2026.

Rio mengatakan, konsolidasi organisasi menjadi tahap awal sebelum Hanura memetakan strategi menghadapi Pemilu 2029. Setelah pembenahan struktur selesai, partai akan mulai memetakan daerah pemilihan dan figur potensial.

"Kami akan melakukan survei di daerah pemilihan. Sehingga, nanti kami menempatkan calegnya memang dikenal di dapil itu," ujarnya.

Menurut Rio, seluruh persoalan konsolidasi organisasi ditargetkan selesai sepanjang 2026. Dengan demikian, struktur partai diharapkan siap bergerak di seluruh daerah pemilihan pada 2027.

"2027 struktur sudah siap 100 persen. Sehingga, kami sudah keluar dari sarangnya untuk bergerak di setiap dapil," katanya.

Rio menegaskan, Hanura juga menyiapkan evaluasi terhadap pengurus yang tidak mampu memenuhi target konsolidasi organisasi. Dua Ketua DPC, yakni Pandeglang dan Kota Serang, telah diberhentikan karena dinilai berjalan lambat.

"Ketika dia berjalan lambat mengganggu irama yang lain. Daripada mengakibatkan provinsi lain atau kabupaten lain celaka, ya kita berhentikan," tegasnya.

Sementara itu, Rio menilai Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah dengan kesiapan organisasi relatif baik. Berdasarkan hasil Pemilu 2024, kader Hanura memperoleh 70 kursi DPRD di Sumatera Utara.

Jumlah tersebut mencakup kursi DPRD provinsi serta kabupaten dan kota se-Sumatera Utara. Rio menyebut kontribusi tersebut mencapai sekitar 12 persen dari total kursi Hanura secara nasional.

"Strukturnya memang dari DPD sampai DPC dikatakan hampir 100 persen," ujar Rio.

Rio menilai kesiapan organisasi sejak awal menjadi faktor penting untuk membangkitkan kembali kekuatan Hanura. Menurutnya, persiapan menghadapi Pemilu tidak dapat dilakukan hanya beberapa bulan sebelum pemungutan suara.

"Hasil September itu akan menjadi cerminan pada Pemilu 2029 yang akan datang. Kami harus sudah mempersiapkan diri sejak awal," katanya.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Utara, El Adrian Shah membuka peluang reshuffle kepengurusan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan struktur partai diisi kader yang memiliki komitmen.

"Mudah-mudahan setelah konsolidasi ini kita akan melaksanakan rapat pleno. Agendanya, untuk reshuffle kepengurusan," kata El.

El mengatakan, reshuffle diperlukan untuk meningkatkan efektivitas kerja organisasi dan memperkuat konsolidasi. Ia berharap seluruh pengurus dapat bekerja bersama menjalankan agenda partai di Sumatera Utara.

Menurutnya, kader yang tidak mampu bekerja bersama sebaiknya memberikan ruang kepada kader lainnya. Langkah tersebut diperlukan agar Hanura dapat bergerak lebih maksimal menghadapi agenda politik mendatang.

El juga meminta seluruh Ketua DPC menjaga soliditas dan tidak membiarkan perbedaan internal menghambat organisasi. Ia berharap jajaran pengurus tetap fokus membesarkan Hanura di Sumatera Utara.

Kegiatan Konsolidasi dan Rapat Teknis Team Task Force DPC Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara digelar di Medan. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Task Force DPP Hanura dan pengurus organisasi sayap partai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....