BPBD Gorontalo Intensifkan Distribusi Air Bersih di Wilayah Kekeringan

  • 10 Agt 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mencatat sebanyak 15.531 jiwa dari 6.100 kepala keluarga (KK) di tiga kabupaten terdampak kekeringan
  • Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah meningkat
  • Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gorontalo Hifny Tegela mengatakan distribusi air bersih terus diintensifkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak

RRI.CO.ID, Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mencatat sebanyak 15.531 jiwa dari 6.100 kepala keluarga (KK) di tiga kabupaten terdampak kekeringan. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah meningkat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gorontalo Hifny Tegela mengatakan distribusi air bersih terus diintensifkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. "Data dampak kekeringan terus mengalami perkembangan seiring hasil pendataan di lapangan, hingga saat ini tercatat sebanyak 15.531 jiwa dan 6.100 KK terdampak di tiga kabupaten," kata Hifny, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurutnya, BPBD bersama pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan terkait menyalurkan air bersih secara bertahap. Penyaluran diprioritaskan ke desa yang mengalami penurunan debit sumber air serta wilayah dengan akses air bersih yang semakin terbatas.

BPBD juga melakukan asesmen lapangan secara berkala untuk memperbarui data masyarakat terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat disalurkan sesuai tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.

Selain distribusi air bersih, BPBD berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca dan potensi kekeringan. Hasil pemantauan menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas penanganan apabila wilayah terdampak meluas.

Hifny mengatakan penanganan kekeringan memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Sinergi dilakukan bersama pemerintah daerah, perangkat daerah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat.

"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal. Terutama dalam memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....