Manggala Agni Buat Embung Dukung Pemadaman Karhutla Riau
- 09 Agt 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Rengat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Sejumlah embung dibuat sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman di kawasan terdampak.
Kepala Daops Manggala Agni Rengat Muhammad Sodik mengatakan alat berat dikerahkan untuk membuat embung, membuka akses menuju lokasi kebakaran, sekaligus membangun sekat bakar. "Alat berat masih bekerja, saat ini sudah terkonfirmasi 17 embung yang sudah dibuat di sekitar lokasi pemadaman," kata Sodik, Minggu, 9 Agustus 2026.
Menurut Sodik, luas lahan yang terdampak kebakaran di Kerumutan diperkirakan mencapai 64 hektare. Penanganan telah memasuki hari ke-11 dan hingga kini proses pemadaman masih berlangsung.
Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, antara lain kondisi bahan bakar yang padat serta jarak menuju kepala api yang cukup jauh. Posisi kepala api juga berada di kawasan yang ditumbuhi akasia liar sehingga membutuhkan upaya lebih untuk dijangkau.
Untuk membawa peralatan menggunakan kendaraan roda dua, petugas membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam. Sementara akses dengan berjalan kaki menuju lokasi mencapai sekitar 1,5 kilometer.
Selain di Kerumutan, Manggala Agni Rengat juga menangani karhutla di Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu. Luas lahan yang terbakar sementara diperkirakan mencapai 50 hektare dan masih berpotensi bertambah.
"Saat ini sudah penanganan hari ke-7 dan statusnya belum padam. Tantangan di lapangan kondisi bahan bakar padat, asap pekat dan kondisi angin bertiup kencang," ujar Sodik.
Ia menjelaskan kepala api telah bergerak ke arah hutan primer, sementara akses menuju kawasan tersebut belum sepenuhnya terbuka. Tim melakukan penyisiran dari sisi barat menuju utara untuk menjangkau kepala api.
Upaya pemadaman turut mendapat dukungan satu unit helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu, satu unit alat berat tambahan dikerahkan untuk membuka akses menuju sisi utara kepala api.
Alat berat tersebut juga dimanfaatkan untuk menyiapkan embung sebagai sumber air serta membuat sekat bakar. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pengendalian karhutla sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....