Tingkat Kesejahteraan Petani, Dinas Pertanian Bekasi Terapkan Pertanian Modern

  • 06 Agt 2026 17:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengembangan pertanian modern di Kabupaten Bekasi melalui Program Pertanian Modern-Advance Agriculture System (PM-AAS) melalui sistem tanam benih langsung (Tabela).
  • Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Bekasi karena produktivitas tanam menjadi meningkat.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Bekasi melalui penerapan pertanian modern. Salah satunya melalui program Pertanian Modern-Advance Agriculture System (PM-AAS) melalui sistem tanam benih langsung (Tabela).

Pada Agustus 2026 kali ini Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menguji coba program tersebut. Yakni di lahan percontohan seluas 4.000 meter persegi milik Kelompok Tani Warudoyong I, Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Bojongmangu, Ubuh Buhori, mengatakan PM-AAS merupakan salah satu inovasi modernisasi pertanian dari Kementerian Pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan bersama penyuluh pertanian dan kelompok tani sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi budidaya padi.

Ia menuturkan, program PM-AAS di Bojongmangu menjadi lahan percontohan yang diharapkan dapat dikembangkan di setiap desa. Dengan minimal dua hektare lahan demonstrasi sehingga petani dapat melihat secara langsung penerapan teknologi pertanian modern

"Kementerian Pertanian menargetkan produktivitas pada mencapai 10 ton per hektar sedangkan di Bojongmangu baru 5 ton per hektar. Melalui PM-AAS kami berharap target tersebut dapat dicapai," katanya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Pihaknya berharap program PM-AAS mampu mendorong petani beralih dari sistem budidaya konvensional menuju teknologi pertanian modern. Sehingga produktivitas meningkat, kesejahteraan petani semakin baik.

"Program ini diharapkan juga mendukung terwujudnya swasembada pangan. Yakni melalui kolaborasi antara petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, BRMP, dan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi," katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Warudoyong I, Yusup Saepuloh, menyambut baik pelaksanaan program PM-AAS. Dan berharap program yang masih dalam tahapan percontohan tersebut bisa diterapkan.

"Kami berharap hasil uji coba ini dapat menjadi acuan sebelum diterapkan secara lebih luas kepada seluruh anggota kelompok tani. Sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....