BAZNAS Ajak Perkuat Persatuan Bangsa Melalui Gerakan Zakat, Infak, dan Sedekah

  • 05 Agt 2026 00:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh elemen bangsa mempererat persatuan dan kesatuan melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah.
  • Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat kehidupan berbangsa.
  • Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebangsaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh elemen bangsa mempererat persatuan dan kesatuan melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat kehidupan berbangsa. Menurutnya, zakat mampu mempererat persaudaraan, menjaga kebhinekaan, dan mendorong pemerataan kesejahteraan.

"Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ibadah ritual, melainkan instrumen kebangsaan yang sangat ampuh untuk mempererat tali persaudaraan, merekatkan kebhinekaan, serta menyejahterakan umat secara adil dan merata," ujar Sodik.

Ia menambahkan, kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebangsaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong. Gerakan zakat, lanjutnya, merupakan ikhtiar bersama dalam mewujudkan kesejahteraan umat sekaligus kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., mengapresiasi perkembangan pengelolaan zakat dan filantropi di Indonesia. Menurutnya, penghimpunan zakat nasional terus mengalami pertumbuhan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

"Bapak, Ibu sekalian, pengelolaan keuangan sosial keagamaan terus menunjukkan kinerja yang positif. Pada 2025, penghimpunan zakat nasional tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun yang memberikan manfaat kepada 140 juta mustahik," kata Nasaruddin.

Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara. Penguatan tata kelola zakat diharapkan semakin memperbesar kontribusi filantropi Islam bagi pembangunan nasional.

"Bagi kami, seluruh capaian itu bukan garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara," ujarnya.

Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Acara diisi dengan salat magrib berjamaah, pembacaan selawat, zikir bersama, serta doa untuk keselamatan bangsa dan kemajuan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....