KAI Services dan Basarnas Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Kereta
- 06 Agt 2026 01:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI Services menggelar pelatihan simulasi tanggap darurat kebakaran dan kecelakaan kereta api bersama BASARNAS.
- Para frontliner mempelajari penanganan medis awal, triase korban, hingga teknik evakuasi korban secara aman.
- Peserta melakukan simulasi pemadaman kebakaran menggunakan selimut api dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
RRI.CO.ID, Jakarta - KAI Services menggelar pelatihan simulasi tanggap darurat kebakaran dan kecelakaan kereta api secara bersama. Kegiatan kolaborasi ini melibatkan para prama, prami, serta petugas On Train Cleaning secara aktif.
Acara tersebut menjadi bentuk implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara pihak KAI Services dan BASARNAS. Pelatihan keselamatan kerja tersebut telah dilaksanakan dengan lancar pada hari Senin, 3 Agustus 2026.
Penyelenggaraan simulasi penanganan darurat ini mendapat dukungan dari Pemadam Kebakaran dan Palang Merah Indonesia (PMI). Seluruh peserta dibekali kemampuan teknis penanganan medis awal untuk menghadapi kondisi kritis di lapangan.
Materi pelatihan meliputi triase korban, penilaian awal kondisi korban, hingga tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Petugas juga mempelajari penanganan korban pingsan, pengendalian perdarahan, pembidaian cedera, serta teknik evakuasi aman.
Para peserta mengikuti simulasi langsung pemadaman kebakaran dengan menggunakan perlengkapan keselamatan darurat secara tepat. Praktik tersebut mencakup penggunaan selimut api dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk mengendalikan kobaran.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menjelaskan tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Pihaknya menyampaikan informasi resmi mengenai pelatihan keselamatan frontliner pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.
“Karena bagi KAI Services, keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama yang dibangun melalui kesiapsiagaan, kolaborasi, dan pembelajaran yang berkelanjutan. Dari pelatihan ini diharapkan para frontliner KAI Services memiliki respon yang cepat dan tepat ketika menghadapi keadaan darurat,” ujar Nyoman.
Salah satu prama bernama Agung memberikan tanggapan positif terkait pengalaman selama mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai materi praktik pemadaman api dan pertolongan medis sangat bermanfaat untuk tugas lapangan.
“Kita jadi mengerti bagaimana menghadapi keadaan darurat saat bekerja di lapangan. Selain belajar cara memadamkan api, dalam pelatihan ini kita juga belajar mengenai bagaimana penilaian awal kondisi korban, Resusitasi Jantung Paru (RJP), hingga bagaimana cara penanganan korban pingsan,” kata Agung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....