Pemadaman Listrik Kalteng Buat Rugi Peternak, Muncul Desakan Evaluasi PLN

  • 04 Agt 2026 01:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) dan Persatuan Insan Perunggasan atau Insar Kalimantan Tengah menyoroti pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kalimantan Tengah
  • General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan gangguan bermula setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan
  • Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kemampuan memasok daya ke sistem menurun

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) dan Persatuan Insan Perunggasan atau Insar Kalimantan Tengah menyoroti pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kalimantan Tengah. Kegeraman tersebut diluapkan oleh peternak ayam dengan melakukan aksi, salah satunya mengirimkan ayam ternak yang mati ke kantor PLN UP3 Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Koordinator Nasional Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK), Febri Yohansyah menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelayanan kelistrikan agar kejadian serupa tidak terus berulang. "Permintaan maaf saja tidak cukup. Seharusnya ada langkah konkret, termasuk menghitung dan mengganti kerugian yang dialami pelanggan akibat pemadaman listrik," kata Febri, Selasa (4/8/2026).

Sementara itu General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan gangguan bermula setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan. Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kemampuan memasok daya ke sistem menurun.

Akibat kondisi tersebut, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Guna menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.

"PLN menyatakan seluruh personel telah diterjunkan untuk mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan. Perusahaan juga meminta masyarakat menghemat penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pemadaman bergilir berlangsung," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....