BAZNAS Salurkan 48 Ribu Liter Air Bersih Warga Terdampak Kekeringan di Pandeglang

  • 29 Jul 2026 10:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mendistribusikan 48 ribu liter air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.
  • Bantuan tersebut telah menjangkau 250 kepala keluarga (KK) dan akan terus diperluas ke wilayah terdampak lainnya.
  • Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan distribusi air bersih merupakan respons cepat untuk membantu masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mendistribusikan 48 ribu liter air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Bantuan tersebut telah menjangkau 250 kepala keluarga (KK) dan akan terus diperluas ke wilayah terdampak lainnya.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan distribusi air bersih merupakan respons cepat untuk membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas di tengah musim kemarau.

"Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air, dampaknya akan langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk minum, memasak, maupun menjaga kebersihan."

Idy menegaskan penyaluran air bersih menjadi bentuk kehadiran BAZNAS dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat.

"Jangan sampai karena kekurangan akses air bersih ini akan timbul mustahik-mustahik baru." Ia mengatakan BAZNAS ingin mencegah dampak sosial dan ekonomi akibat keterbatasan akses air bersih.

Menurut Idy, Pandeglang menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena kerap mengalami kekeringan. Padahal wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan lumbung pangan yang membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian.

"Salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam penyediaan akses air bersih tersebut adalah Pandeglang, Banten. Wilayah tersebut merupakan daerah yang kerap mengalami kekeringan, sekaligus menjadi salah satu wilayah lumbung pangan."

Ia menambahkan, BAZNAS akan terus memperluas distribusi air bersih ke berbagai daerah terdampak kekeringan maupun pascabencana di Indonesia. Upaya tersebut juga diiringi pembangunan sarana air bersih sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

"Distribusi air bersih merupakan langkah cepat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kekeringan. Dalam jangka panjang, diperlukan upaya bersama dan berkelanjutan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap sumber air yang layak dan memadai."

Salah seorang penerima manfaat, Khalid (46), mengaku bantuan air bersih sangat membantu keluarganya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelum bantuan datang, ia harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mengambil air dari Sungai Cilimatan.

"Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan bantuan air bersih. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari."

Penerima manfaat lainnya, Puji Rahayu (26), juga mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Sebagai ibu dengan dua balita, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama bagi keluarganya.

"Alhamdulillah, air bersih ini sangat kami butuhkan. Terlebih saya memiliki dua balita yang membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari."

BAZNAS menargetkan pendistribusian air bersih menjangkau wilayah terdampak kekeringan dan pascabencana di 34 provinsi. Sepanjang 2026, program tersebut telah dilaksanakan di 32 titik melalui distribusi air bersih, pembangunan sumur bor, pipanisasi, dan penyediaan bak penampungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....