Empat Amalan Jadi Kunci Hidup Tenang versi Ustadzah Halimah

  • 28 Jul 2026 13:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketenangan hidup tidak ditentukan oleh banyaknya harta atau bebasnya seseorang dari persoalan, melainkan dapat diraih melalui mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Ustadjah Halimah Alaydrus menyampaikan empat amalan utama sebagai kunci untuk mencapai ketenangan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Tabligh Akbar bertema Hidup Nyaman Tanpa Beban dihadiri ribuan jemaah muslimah dari berbagai daerah termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Cikarang, dan Lampung.

RRI.CO.ID, Tangerang – Ketenangan hidup tidak ditentukan oleh banyaknya harta maupun bebasnya seseorang dari persoalan. Menurut Ustadzah Halimah Alaydrus, ketenangan justru dapat diraih dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui empat amalan utama.

Pesan tersebut disampaikan Ustadzah Halimah dalam Tabligh Akbar bertema 'Hidup Nyaman Tanpa Beban' dihadiri ribuan jemaah muslimah di Masjid Raya Al-Azom, Kota Tangerang, Sabtu, 25 Juli 2026. Jemaah datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Cikarang, hingga Lampung.

Dalam tausiyahnya, Ustadzah Halimah menjelaskan empat amalan yang menjadi jalan menuju kehidupan yang tenang. Di antaranya, meninggalkan dosa, melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT, berbuat baik kepada sesama, serta bertawakal dengan menyerahkan seluruh urusan kepada Allah SWT.

Ia mengingatkan, setiap anggota tubuh dapat menjadi pintu masuk dosa apabila tidak dijaga, mulai dari pandangan, pendengaran, lisan, tangan, kaki, hati, hingga pikiran. Karena itu, menjauhi maksiat menjadi langkah awal untuk memperoleh ketenangan batin.

Selain meninggalkan dosa, ia mengajak umat Islam untuk istiqamah menjalankan seluruh perintah Allah SWT, baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Menurutnya, ketaatan akan menghadirkan keberkahan dan membuat hati lebih tenteram dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Ustadzah Halimah juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama. Ia mengimbau jemaah agar tidak meremehkan, menyakiti, maupun memusuhi orang lain.

Apabila menghadapi orang yang berbuat buruk, ia berpesan agar memilih menjauh tanpa menyimpan kebencian. Pesan terakhir yang disampaikan adalah bertawakal kepada Allah SWT.

Menurutnya, setiap persoalan, baik urusan keluarga, pekerjaan, maupun masa depan, hendaknya diserahkan kepada Allah SWT setelah disertai ikhtiar yang maksimal. Ia juga mengingatkan agar senantiasa berprasangka baik kepada sesama.

Salah seorang jemaah asal Cikarang, Ida, mengaku memperoleh pelajaran berharga dari kajian tersebut. "Alhamdulillah, kajian hari ini benar-benar menenangkan hati," kata Ida.

"Saya diingatkan kembali bahwa ketenangan hidup bukan karena banyaknya harta, tetapi karena kita mau meninggalkan dosa, taat kepada Allah, berbuat baik kepada sesama, dan bertawakal. Insya Allah ini menjadi bekal untuk saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Panitia penyelenggara, Rahmah mengatakan, antusiasme ribuan jemaah menunjukkan besarnya semangat masyarakat untuk menuntut ilmu agama. Ia berharap pesan-pesan yang disampaikan dalam tabligh akbar tersebut dapat diamalkan sehingga membawa ketenangan, keberkahan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....