BAZNAS Bersama Petani Binaan Sukses Panen Raya 150 Ton Padi di Batu Bara
- 24 Jul 2026 10:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama petani binaan sukses menggelar Panen Raya 150 ton padi melalui Program Lumbung Pangan di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara.
- Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan Program Lumbung Pangan dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
- Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan sekitar 86 hektare lahan demplot padi modern.
RRI.CO.ID, Batu Bara - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama petani binaan sukses menggelar Panen Raya 150 ton padi melalui Program Lumbung Pangan di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, Rabu, 22 Juli 2026. Hasil panen tersebut berasal dari lahan seluas 32 hektare yang dikelola 52 petani dari tiga kelompok tani binaan BAZNAS.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan Program Lumbung Pangan dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. "Program Lumbung Pangan BAZNAS ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan para petani binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Batu Bara," ujar Sodik.
Menurut Sodik, Program Lumbung Pangan memanfaatkan dana zakat secara produktif agar petani mampu keluar dari kemiskinan dan menjadi lebih mandiri. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan di daerah.
Ia menjelaskan, secara akumulatif program di Kabupaten Batu Bara telah memberdayakan 258 petani yang mengelola lahan seluas 180,3 hektare. Potensi produksi mencapai 1.082 ton gabah kering panen setiap musim dengan nilai ekonomi sekitar Rp7,3 miliar.
Secara nasional, Program Lumbung Pangan BAZNAS telah berkembang sejak 2018 dan kini hadir di 21 lokasi pada 11 provinsi. Program tersebut telah menyalurkan bantuan senilai Rp10 miliar kepada 1.629 mustahik di berbagai daerah.
"Kebermanfaatan dan keberhasilan program pertanian di Kabupaten Batu Bara ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara BAZNAS, Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Pemkab Batu Bara, akademisi, ulama, hingga komunitas penerima manfaat itu sendiri," kata Sodik. Ia menambahkan Program Lumbung Pangan menjadi salah satu dari 13 program prioritas BAZNAS periode 2026–2031.
Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan sekitar 86 hektare lahan demplot padi modern. Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.
"Kalau kita punya ketahanan pangan yang luar biasa, maka kita tidak akan pernah goyah," ujar Baharuddin. Ia optimistis kolaborasi pemerintah dan BAZNAS akan memperkuat kesejahteraan petani serta meningkatkan produktivitas pertanian di Batu Bara.
Ketua BAZNAS Kabupaten Batu Bara, H. Jum'ah Hadirsyah, S.Pd.I., menyebut pemberdayaan petani terus diperkuat melalui dana zakat, infak, dan sedekah sejak 2018, termasuk dukungan Rp373 juta dari BAZNAS RI bagi tiga kelompok tani di Desa Kwala Gunung. "Pencapaian perekonomian umat adalah PR kita bersama, sehingga kegiatan ini menjadi titik awal kebangkitan pemberdayaan ekonomi berbasis zakat," ujar Jum'ah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....