Garudafood Dorong Kemandirian Warga Kelola Sampah Organik
- 21 Jul 2026 01:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) kembali menegaskan komitmennya dalam pengelolaan sampah organik berbasis komunitas. Garudafood meresmikan Rumah Maggot Garudafood di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.
Peresmian ini menjadi bagian dari keberlanjutan program Kampung Wirausaha Maggot Garudafood yang telah bergulir sejak 2024. Ini terus menunjukkan perkembangan signifikan dari tahun ke tahun.
Selain di Depok Jaya, Rumah Maggot Garudafood juga dibangun di Kelurahan Jatijajar dan Sukmajaya. Seremoni penyerahan rumah maggot ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis.
Di antaranya oleh Dian Astriana, selaku Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, Aminudi, CEO Biomagg. Sebagai mitra pelaksana budi daya maggot, Mustakim, selaku Camat Pancoran Mas, Herliana Maharani, selaku Lurah Depok Jaya, dan Reni Siti Nuraeni, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.
Momen ini menjadi penanda babak baru bagi warga Depok Jaya. Untuk mengelola sampah organik rumah tangga secara mandiri dan produktif.
“Rumah Maggot Garudafood merupakan wujud komitmen Garudafood dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV), dengan menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan," ujar Dian Astriana.
Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi budi daya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan sesi berbagi pengalaman dari para ketua kelompok binaan Garudafood dari wilayah lain. Melalui sesi ini, peserta saling bertukar praktik terbaik, mengulik berbagai tantangan serta strategi pengelolaan budi daya berkelanjutan sebagai bekal bagi kelompok binaan baru di Depok Jaya.
Salah satu penerima manfaat program ini, sekaligus ketua kelompok budi daya maggot di Depok Jaya, Hadijah, menuturkan perjalanan kelompoknya hingga bisa mendirikan rumah maggot tersebut. “Awalnya kami menimba ilmu dari kelompok binaan Kelurahan Limo, hingga kemudian dikenalkan dengan Biomagg dan mendapat dukungan penuh dari Garudafood untuk mendirikan rumah maggot ini," ujar Hadijah.
"Panen perdana kami berhasil mencatatkan 20 kg maggot, namun, yang paling mengharukan adalah melihat antusiasme warga sekitar yang kini secara mandiri membawa sampah organik mereka ke sini. Rumah Maggot Garudafood ini terbukti hadir sebagai solusi nyata dalam mengurai permasalahan sampah organik di lingkungan kami."
Sejak diinisiasi pada tahun 2024, Program Kampung Wirausaha Maggot Garudafood telah berkembang hingga menjangkau tujuh kelurahan di Kota Depok, Jawa Barat. Yaitu Jatijajar, Sukmajaya, Depok Jaya, Limo, Meruyung, Tanah Baru, dan Jatimulya, dengan melibatkan lebih dari 60 kepala keluarga.
Berawal dari proyek percontohan di Kelurahan Jatijajar, program ini kini telah bertransformasi menjadi gerakan masyarakat yang menginspirasi perluasan inisiatif serupa ke berbagai wilayah lainnya.
Hingga Juni 2026, program ini tercatat telah menghasilkan 9,7-ton maggot BSF, mengelola lebih dari 100-ton sampah organik rumah tangga, serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sebesar 325-ton CO₂e.
Capaian ini menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis komunitas mampu menghadirkan dampak lingkungan yang terukur sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Ke depan, Garudafood berkomitmen mereplikasi Program Kampung Wirausaha Maggot ke berbagai wilayah guna memperluas manfaat bagi masyarakat.
Sejalan dengan itu, Garudafood juga akan membangun ekosistem maggot yang terintegrasi melalui penguatan budi daya dan pengembangan produk turunan. Seperti pakan ternak dan pupuk organik.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan kelompok binaan secara berkelanjutan. Rumah Maggot Garudafood dirancang untuk mendukung seluruh proses budi daya, dari fase pembesaran hingga reproduksi.
Bangunan ini terdiri dari rak-rak berisi wadah maggot usia 5–14 hari yang siap panen dan wadah khusus. Untuk maggot dewasa yang berubah menjadi pupa hingga berwarna hitam, tanda siap menjadi lalat dewasa.
Secara umum, rumah maggot terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah rak penyimpanan bak berisi maggot yang mengurai sampah sisa makanan rumah tangga.
Bagian kedua adalah insectarium, tempat lalat BSF tumbuh, kawin, dan bertelur, sehingga siklus budi daya bisa berlangsung mandiri tanpa perlu bibit dari luar. Dengan desain yang matang dan pendampingan berkelanjutan, Rumah Maggot Garudafood diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi pengembangan kampung wirausaha maggot di wilayah-wilayah lain.
Ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat sinergi antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan.
"Kami tidak bisa berjalan sendiri, dukungan dari pemerintah kelurahan dan kecamatan, pendampingan teknis dari Biomagg selaku mitra pendamping," kata Dian Astriana.
"Serta yang terpenting antusiasme warga, adalah kunci utama keberlanjutan program ini. Ke depan, kami ingin memastikan setiap rumah maggot yang dibangun benar-benar dimiliki dan dikelola oleh warga, tidak hanya sekadar fasilitas yang kami tinggalkan begitu saja."
Peresmian Rumah Maggot Garudafood di Depok Jaya diharapkan menjadi titik awal bagi tumbuhnya kemandirian warga. Yakni dalam mengelola sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Garudafood bersama mitra berkomitmen untuk terus mendampingi kelompok binaan baru ini hingga mampu berdiri mandiri. Sebagaimana yang telah dicapai oleh enam kelurahan sebelumnya, sekaligus membuka jalan bagi replikasi program di wilayah-wilayah lain di Indonesia sebagai bagian dari upaya jangka panjang perusahaan mendukung ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....