Pemkab Bekasi Perkuat Pendidikan Vokasi Sesuai Kebutuhan Industri

  • 22 Jul 2026 04:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemkab Bekasi mendorong penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri lokal.
  • Penyiapan SDM kompeten diyakini menjadi solusi efektif untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Bekasi.
  • Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal menghadapi pertumbuhan industri yang pesat di kawasan.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendorong penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Langkah tersebut dinilai strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan penguatan pendidikan vokasi dapat menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran. Menurutnya, program pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang.

"Kabupaten Bekasi masih memiliki angka pengangguran sekitar delapan persen. Karena itu, kita membutuhkan penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pendidikan vokasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri," kata Asep dalam keterangannya, Selasa 21 Juli 2026.

Asep menjelaskan Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara memiliki peluang besar untuk menyerap tenaga kerja lokal. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kompetensi pencari kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

"Kalau kita memberikan pelatihan, tetapi yang diajarkan tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan, tentu hasilnya tidak optimal. Karena itu yang harus dilakukan adalah menyelaraskan kebutuhan industri dengan materi pelatihan," ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Bekasi akan bekerja sama dengan pengelola kawasan industri dalam memetakan kebutuhan tenaga kerja secara berkala. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pelatihan vokasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia usaha dan dunia industri.

"Pendidikan vokasi harus menjadi jembatan antara kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja lokal," katanya.

Asep menambahkan pihaknya telah menyampaikan usulan penguatan pendidikan vokasi kepada Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat diperlukan agar pengembangan vokasi di Kabupaten Bekasi dapat berjalan lebih optimal.

"Kami sudah mengusulkan kepada Pak Menteri agar penguatan vokasi di Kabupaten Bekasi menjadi perhatian. Bekasi memiliki perusahaan terbesar di Indonesia, sehingga perlu didukung dengan SDM yang benar-benar siap bekerja," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....