BAZNAS-Jamiyah Singapore Kerja Sama Pemberdayaan Petani Kopi Mustahik

  • 19 Jul 2026 03:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Jamiyah Singapore menjajaki kerja sama pemberdayaan ekonomi berbasis kopi hasil tani mustahik.
  • Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun rantai pasok kopi berkualitas sekaligus memperluas akses pasar bagi petani binaan BAZNAS.
  • Kerja sama yang dibahas mencakup penyediaan bahan baku kopi dari petani mustahik untuk mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan Jamiyah Singapore.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Jamiyah Singapore menjajaki kerja sama pemberdayaan ekonomi berbasis kopi hasil tani mustahik dalam audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun rantai pasok kopi berkualitas sekaligus memperluas akses pasar bagi petani binaan BAZNAS.

Kerja sama yang dibahas mencakup penyediaan bahan baku kopi dari petani mustahik untuk mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan Jamiyah Singapore. Sinergi ini diharapkan menjadi langkah awal membangun kemitraan jangka panjang yang memberi manfaat bagi masyarakat di Indonesia maupun Singapura.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa'adi, menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai kolaborasi lintas negara dapat memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik. Menurutnya, BAZNAS siap menghubungkan petani kopi binaan dengan mitra yang membutuhkan pasokan komoditas berkualitas.

"Kami berharap audiensi ini menjadi awal kerja sama yang membawa kemaslahatan bagi umat di Indonesia dan Singapura. BAZNAS siap menjadi jembatan antara petani mustahik dengan pihak yang membutuhkan suplai kopi," ujar Zainut.

Ia menjelaskan BAZNAS terus mengembangkan program hilirisasi kopi melalui ZCoffee, yang membina petani kopi sekaligus melatih mustahik menjadi barista profesional. Program tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian agar mampu mendorong kemandirian ekonomi mustahik.

"Kami ingin para petani binaan bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki melalui usaha yang berkembang. Selain kopi, peluang kolaborasi juga terbuka pada program pemberdayaan lain seperti BAZNAS Microfinance dan Balai Ternak," katanya.

Sementara itu, Presiden Jamiyah Singapore, Prof. Datuk Dr. Mohd Hasbi Abu Bakar, mengaku tertarik dengan berbagai program pemberdayaan yang dikembangkan BAZNAS, khususnya ZCoffee. Ia berharap kerja sama di bidang kopi dapat segera diwujudkan dan berkembang ke sektor pemberdayaan lainnya.

"Kami ingin memulai proyek kerja sama kopi dengan teknologi pengolahan yang mampu menghasilkan cita rasa terbaik. Dari sana kami dapat mendalami berbagai peluang kolaborasi yang bisa dijalankan bersama dalam jangka panjang," ujar Hasbi.

Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI dan delegasi Jamiyah Singapore sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan internasional di bidang pemberdayaan ekonomi umat. Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka pasar yang lebih luas bagi produk mustahik sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kopi binaan BAZNAS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....