BAZNAS RI Gandeng Pemkab Majalengka Kembangkan Ekonomi Berbasis Masjid

  • 18 Jul 2026 06:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka membangun sinergi.
  • Pimpinan BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan Majalengka memiliki potensi besar menjadi daerah percontohan nasional karena didukung ekosistem Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
  • Program kami memiliki 13 prioritas nasional dan kami berharap Majalengka dapat menjadi model pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis masjid.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka membangun sinergi untuk mengembangkan kemandirian ekonomi mustahik melalui pemberdayaan berbasis masjid. Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026, sebagai bagian dari penguatan program pemberdayaan ekonomi umat.

Pimpinan BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan Majalengka memiliki potensi besar menjadi daerah percontohan nasional karena didukung ekosistem Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah menjangkau hingga tingkat Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Kondisi tersebut dinilai selaras dengan pengembangan program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) sebagai salah satu program prioritas BAZNAS.

"Program kami memiliki 13 prioritas nasional dan kami berharap Majalengka dapat menjadi model pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis masjid. Potensi yang dimiliki daerah ini sangat kuat untuk mempercepat implementasi program tersebut," ujar Sodik.

Menurut Sodik, penguatan ekonomi berbasis masjid akan didukung melalui pembentukan koperasi di lingkungan DKM sebagai wadah pemberdayaan masyarakat. BAZNAS juga menyiapkan dukungan permodalan awal yang dapat dikolaborasikan dengan berbagai pihak untuk memperkuat keberlanjutan program.

"Untuk modal insyaallah ada, namun legalitasnya melalui koperasi sehingga setiap DKM masjid diharapkan memiliki lembaga koperasi. Kami ingin Majalengka menjadi pionir dalam pengembangan model ini," katanya.

Bupati Majalengka Eman Suherman menyatakan pemerintah daerah siap menjadi pelopor pelaksanaan program tersebut, termasuk menyelaraskan kebijakan dan dukungan anggaran agar berjalan seiring dengan program strategis BAZNAS RI. Menurutnya, sinergi pemerintah daerah dan BAZNAS akan memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kalau BAZNAS memiliki program strategis yang membutuhkan daerah pionir, Majalengka siap. Bukan hanya dari sisi kebijakan, tetapi juga dukungan penganggaran agar seluruh program dapat berjalan secara sinergis," ujar Eman.

Ketua BAZNAS Majalengka Agus Asri Sabana menambahkan, Majalengka telah memiliki sistem pengelolaan zakat yang kuat melalui UPZ di tingkat desa dan masjid. Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Majalengka terhadap penguatan tata kelola zakat dan berbagai kegiatan keagamaan.

Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Majalengka, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan unsur Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Majalengka. Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah awal pengembangan model pemberdayaan ekonomi berbasis masjid yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....