Pertamina Optimalkan Penyaluran Biosolar di Bengkulu, Alokasi Ditambah

  • 18 Jul 2026 23:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengoptimalkan penyaluran Biosolar subsidi di Provinsi Bengkulu.
  • Hal ini dilakukan dengan menambah alokasi pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang mengalami peningkatan konsumsi.

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengoptimalkan penyaluran Biosolar subsidi di Provinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan dengan menambah alokasi pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang mengalami peningkatan konsumsi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya sektor transportasi. Sekaligus mengatasi antrean dan waktu tunggu pengisian Biosolar di sejumlah SPBU.

"Pertamina terus melakukan berbagai langkah percepatan, mulai dari penambahan alokasi di SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi, percepatan suplai ke Fuel Terminal Pulau Baai. Hingga pengaturan antrean oleh petugas marshal agar proses pelayanan dapat berlangsung lebih tertib dan optimal," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi, Sabtu 18 Juli 2026.

Rusminto mengatakan Pertamina memahami keluhan sebagian pengemudi angkutan terkait antrean dan waktu tunggu pengisian Biosolar di beberapa SPBU. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi dan tingginya permintaan di sejumlah titik.

Sebagai bagian dari upaya mengatasi kondisi tersebut, Pertamina meningkatkan penyaluran Biosolar di SPBU 21.391.11 Kabupaten Kepahiang menjadi 16 kiloliter per hari. Pertamina juga terus mengevaluasi kebutuhan di setiap SPBU agar penyesuaian penyaluran dapat dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan pemerataan pasokan di seluruh wilayah layanan.

Selain itu, Pertamina mengantisipasi perubahan pola konsumsi yang terjadi akibat pengaturan penyaluran BBM di sejumlah daerah yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu. Distribusi pun terus disesuaikan berdasarkan perkembangan kebutuhan di lapangan.

Di sisi lain, pengawasan terhadap penyaluran Biosolar subsidi turut diperkuat. Pengawasan dilakukan melalui verifikasi transaksi menggunakan QR Code Subsidi Tepat, pencocokan nomor polisi kendaraan, serta pemantauan terhadap transaksi yang terindikasi tidak sesuai ketentuan.

Kendaraan yang terbukti melakukan penyalahgunaan atau pelangsiran akan dimasukkan ke dalam daftar negatif atau negative list sehingga tidak dapat kembali melakukan transaksi Biosolar subsidi. "Pengawasan ini merupakan komitmen Pertamina untuk memastikan Biosolar subsidi disalurkan kepada konsumen yang berhak sesuai dengan ketentuan pemerintah," ujar Rusminto.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas selama berada di area SPBU serta menjaga ketertiban selama proses antrean agar pelayanan dapat berlangsung lebih lancar.

Apabila menemukan dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi. Maka, masyarakat dapat melaporkannya kepada aparat atau melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 untuk segera ditindaklanjuti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....