BPH Migas Percepat Normalisasi Distribusi BBM di Sumut
- 18 Jul 2026 21:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPH Migas mengawal percepatan normalisasi pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Utara.
- Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
- Pertamina Patra Niaga menerapkan mekanisme alih suplai dari FT Siantar, FT Kisaran, dan FT Lhokseumawe untuk memperkuat pasokan ke wilayah Medan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengawal percepatan normalisasi pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Utara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, kondisi penyaluran BBM di Sumatra Utara mulai menunjukkan perbaikan. Stok BBM disebut berada dalam kondisi aman.
“Sehingga, dengan rutinitas (masyarakat) sehari-hari, insya Allah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatra Utara ini,” ujarnya dikutip Sabtu 18 Juli 2026. Sebelumnya, Wahyudi meninjau Fuel Terminal (FT) Medan Group di Medan, Sumatera Utara, Jumat 17 Juli 2026.
Menurut Wahyudi, BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat distribusi dan pengawasan di lapangan. Sejumlah langkah percepatan dilakukan, mulai dari penambahan armada dan awak mobil tangki, optimalisasi pasokan dari sejumlah fuel terminal, hingga pemantauan langsung ke SPBU yang sebelumnya mengalami antrean.
Pasokan juga diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan pemuatan jenis BBM tertentu (JBT), yakni solar, serta jenis BBM khusus penugasan (JBKP), yakni Pertalite. Selain menambah sekitar 35 persen awak mobil tangki dan armada distribusi, Pertamina Patra Niaga menerapkan mekanisme alih suplai dari FT Siantar, FT Kisaran, dan FT Lhokseumawe untuk memperkuat pasokan ke wilayah Medan.
Distribusi melalui Pelabuhan Belawan dan Labuhan Deli juga terus dioptimalkan agar suplai BBM ke SPBU meningkat. “Hal ini menambah peningkatan untuk suplai kepada SPBU hingga 120 sampai 125 persen," katanya.
"Kita terus meminta untuk menyegerakan dari kondisi kemarin yang semula 112 persen menjadi 120-125 persen. Ini upaya terbaik untuk mengurai (antrean) di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” ucap Wahyudi.
BPH Migas bersama Pertamina juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di Medan. Hasil pemantauan menunjukkan distribusi solar dan Pertalite berjalan lancar dengan stok yang terus dijaga.
“Semua stok kita top up terus sampai benar-benar kondisi SPBU full tank, sehingga dapat melayani masyarakat secara baik,” kata Wahyudi.
Dia menambahkan, hasil monitoring pada Jumat (17/7/2026) sore menunjukkan antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan hampir seluruhnya mulai terurai.
“Hanya ada 2-3 mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Ini pukul 17.45 WIB. Kita monitor terus. Untuk percepatan BBM di Sumatra Utara agar kembali normal,” katanya.
Kondisi tersebut akan terus dipantau BPH Migas hingga pelayanan distribusi BBM kembali berjalan normal. Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menjelaskan, realisasi penyaluran solar di Sumatera hingga 14 Juli 2026 masih berada di bawah rata-rata nasional.
Kondisi serupa terjadi pada penyaluran Pertalite di Sumatera Utara. Dengan demikian, persoalan yang terjadi dinilai bukan disebabkan oleh keterbatasan kuota. “Realisasi ini (solar dan Pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan,” kata Fathul.
Menurutnya, evaluasi perlu difokuskan pada aspek distribusi. Hal itu mencakup penguatan sistem peringatan dini dan pemantauan armada distribusi secara menyeluruh agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih cepat.
“Kendala ini operasional, operasional distribusi, perlu ada semacam early warning system (peringatan dini). Selain itu, juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan,” ujarnya.
Fathul juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik agar masyarakat memperoleh layanan distribusi BBM yang prima.
Penyaluran Capai 6.000 Kiloliter per Hari
Executive General Manager Regional Sumatra Bagian Utara Pertamina Patra Niaga Sunardi menyampaikan operasional Fuel Terminal Medan Group tetap berjalan kondusif.
Pada 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter per hari. Penyaluran tersebut dilakukan untuk memperkuat stok di tingkat SPBU.
“Stok ini menjadi stock build up SPBU untuk tambahan suplai ke SPBU, sehingga bisa mengurai antrean yang ada di SPBU,” ucap Sunardi.
Perbaikan distribusi juga dirasakan masyarakat. Samsuri (60), pengemudi ojek daring, mengaku antrean BBM yang sempat terjadi kini berangsur normal. “Sekarang sudah mantap, sudah lancar, saya merasakannya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pengemudi truk, Hasbi (23). Ia menyebut waktu tunggu pengisian BBM kini jauh lebih singkat dibanding sebelumnya.
“Terima kasih pemerintah, BBM sudah lancar,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....