Terdampak Kekeringan Warga Pebayuran Bekasi Dapat Bantuan 15.000 Liter Air Bersih

  • 17 Jul 2026 09:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 995 Kepala Keluarga (3.305 jiwa) di Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi menerima bantuan air bersih total 15.000 liter dari BPBD Bekasi dan BBWS Citarum untuk mengatasi kekeringan akibat musim kemarau.
  • Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Pebayuran, Aan Rohimat, memberikan apresiasi kepada Bupati Bekasi melalui BPBD atas respons cepat dan sinergi dalam menangani krisis air bersih di wilayah tersebut.
  • Pemerintah desa terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memastikan ketersediaan air bersih, menyiapkan sarana penampungan, dan mengaktifkan perangkat desa untuk pendataan dan pelaporan kondisi lapangan yang cepat dan tepat.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Sebanyak 995 Kepala Keluarga (KK) atau 3.305 jiwa warga Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi mendapat bantuan air bersih. Bantuan tersebut diberikan kepada terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi.

Adapun total bantuan air bersih yang warga terima berjumlah sebanyak 15.000 liter. Yang merupakan bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi dan dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Pebayuran, Aan Rohimat berterimakasih atas bantuan air bersih tersebut. Dan memberikan apresiasi kepada Pemkab Bekasi khususnya BPBD atas respons cepat dalam menangani krisis air bersih di wilayah Kecamatan Pebayuran.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Bekasi melalui BPBD Kabupaten Bekasi. Yang telah bergerak cepat, sinergi, dan berdedikasi dalam menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Kecamatan Pebayuran,” katanya, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia juga mengatakan, pemerintah desa terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bekasi untuk memastikan ketersedian air bersih bagi warga. Termasuk menyiapkan sarana penampungan air bersih agar proses distribusi dapat berjalan lebih efektif.

Bukan hanya itu, pemerintah desa juga mempercepat pendataan dan pelaporan kondisi di lapangan dengan mengaktifkan peran perangkat desa. Sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kepada masyarakat, pihaknya juga menghimbau agar bisa menggunakan air bersih secara bijak. Dengan tidak menggunakan bantuan air bersih untuk kepentingan tidak mendesak.

“Prioritaskan untuk kebutuhan pokok seperti memasak, mandi, dan sanitasi. Hindari penggunaan air untuk keperluan yang tidak mendesak seperti mencuci kendaraan dan lain-lain,” ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....