BPBD Jabar Catat Kenaikan Kebutuhan Air Bersih
- 16 Jul 2026 22:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta: BPBD Jawa Barat mencatat peningkatan kebutuhan distribusi air bersih seiring meluasnya dampak kekeringan. Penyaluran air bersih telah mencapai sekitar satu juta liter untuk sembilan kabupaten/kota yang terdampak.
“Wilayah dengan kondisi paling parah berada di Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bogor. Ketiga daerah tersebut merupakan kawasan yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan saat musim kemarau,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jabar, Ary Heriyanto, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Kamis, 15 Juli 2026.
BPBD menilai pemerintah kabupaten/kota sejauh ini masih mampu menangani dampak kekeringan. Yakni dengan dukungan peralatan dan sumber daya manusia yang tersedia.
“Di Kabupaten Bekasi, penanganan turut diperkuat melalui bantuan dari pihak swasta. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah mengajukan pinjaman mobil tangki air untuk memperkuat distribusi air bersih kepada masyarakat,” katanya.
BPBD juga menyiapkan langkah lanjutan apabila kondisi kekeringan semakin memburuk. Jika debit sumber air terus menurun dan pasokan air bersih tidak lagi mencukupi kebutuhan warga maka ada antisipasi.
“Salah satunya pengeboran sumber air. Yakni akan menjadi salah satu upaya yang dilakukan,” katanya.
Hingga saat ini, sebanyak 16 kabupaten/kota di Jawa Barat telah menetapkan status darurat kekeringan. Hal itu sebagai langkah untuk mempercepat penanganan dan penyaluran bantuan.
“BPBD mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi kondisi kekeringan. Warga diminta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih di lingkungan tempat tinggalnya agar bantuan segera disalurkan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....