KAI Services Gelar Pembinaan K3 untuk 20 Petugas di Yogyakarta

  • 15 Jul 2026 03:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KAI Services mengadakan pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja bagi 20 petugas garda terdepan di Yogyakarta.
  • Peserta pelatihan mempraktikkan langsung penggunaan alat pemadam api ringan untuk mengantisipasi musibah kebakaran.
  • Manajemen perusahaan berkomitmen penuh melindungi keselamatan seluruh tenaga alih daya di lapangan saat bertugas.

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sebanyak 20 petugas garda terdepan KAI Services mengikuti pelatihan keselamatan kerja di Kota Yogyakarta. Kegiatan pembinaan tersebut bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh personel saat mereka menjalankan tugas lapangan.

Para peserta pembinaan tersebut meliputi petugas cuci kereta dan petugas pembersih kereta dalam perjalanan. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Regional 6 Yogyakarta pada hari Senin, 13 Juli 2026.

Manajer Health, Safety, and Environment (HSE) Kantor Pusat KAI Services Jarwanto menjelaskan langkah mitigasi risiko. Materi tersebut meliputi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

"Aspek-aspek yang kita jelaskan ini sangat krusial mengingat operasional angkutan barang memiliki karakteristik area kerja dengan tingkat risiko yang tinggi," ujar Jarwanto.

Para peserta juga diajarkan cara menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk mengantisipasi kebakaran. Pihak manajemen KAI Services merilis data pembinaan keselamatan kerja tersebut pada Selasa, 14 Juli 2026.

Manajer Corporate Communication KAI Services Nyoman Suardhita menyatakan komitmen penuh perusahaan dalam perlindungan tenaga kerja. Perlindungan tersebut ditujukan bagi seluruh tenaga alih daya pada wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta.

“Tidak hanya teori, dalam Diklap ini juga dilengkapi dengan evaluasi pre-test 5 menit untuk menyegarkan materi, serta praktik K3 dan P3K langsung setelah pemaparan selesai. Rangkaian pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan operasional yang aman, responsif, dan nihil kecelakaan (zero accident),” ujar Nyoman.

Sementara itu, salah satu petugas cuci kereta, Setio, turut membagikan pengalamannya selama mengikuti pembinaan. Seluruh peserta mengikuti evaluasi tertulis singkat sebelum mereka memulai sesi praktik penyelamatan secara langsung.

“Melalui simulasi tersebut, diharapkan setiap personel di lapangan memiliki ketangkasan yang siap dan mampu melakukan tindakan pertolongan pertama dengan cepat saat kondisi darurat,“ ujar Setio.

Perusahaan terus memberikan edukasi kepada seluruh pekerja lapangan agar selalu waspada terhadap potensi bahaya. Seluruh personel juga wajib segera melaporkan setiap hal mencurigakan demi mewujudkan keselamatan kerja bersama.

Pelatihan komprehensif ini bertujuan membentuk tindakan nyata yang adaptif serta preventif bagi seluruh karyawan. Para peserta diharapkan mampu mewujudkan kegiatan operasional yang aman dan efisien di wilayah Yogyakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....