PU Pastikan Jembatan Enang-Enang Tetap Beroperasi Selama Penguatan Struktur
- 11 Jul 2026 15:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU memastikan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah tidak ditutup selama proses penguatan struktur berlangsung
- Penguatan struktur dilakukan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan pondasi jembatan mengalami kemiringan akibat gerusan aliran sungai
- Kendaraan roda dua dan kendaraan ringan tetap diizinkan melintas selama proses penguatan, sedangkan kendaraan bertonase besar masih dilarang
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, tidak ditutup. Pemerintah justru memperkuat struktur jembatan agar tetap aman digunakan secara terbatas oleh masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan pondasi jembatan mengalami kemiringan akibat gerusan aliran sungai. Ia menyebut pihaknya segera memperkuat struktur bawah jembatan setelah memasang penyangga sementara.
"Saya sudah berbicara dengan Kepala Balai dan Direktur Jembatan. Perkuatan di bawah jembatan akan kita buat lebih kuat lagi,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 Juli 2026.
“Yang ada sekarang sifatnya masih sementara. Nanti PT PP akan mengerjakan perkuatan itu dengan penanganan yang lebih baik."
Menteri Dody menegaskan penguatan struktur bukan berarti menghentikan akses masyarakat melintasi Jembatan Enang-Enang. Menurutnya, jembatan tetap difungsikan selama hasil pemantauan teknis menyatakan kondisi masih aman.
Penguatan struktur bawah Jembatan Enang-Enang dilaksanakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Direktorat Pembangunan Jembatan. Pekerjaan tersebut dikerjakan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk untuk meningkatkan stabilitas pondasi selama masa transisi.
Menteri Dody juga menginstruksikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama BPJN Aceh melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi jembatan. Ia mnyebut, pengawasan difokuskan saat hujan deras yang berpotensi meningkatkan gerusan di sekitar pondasi.
"Saya minta PPK melakukan kontrol rutin. Kalau sewaktu-waktu dinilai membahayakan masyarakat, penggunaan jembatan harus dihentikan sementara sampai kondisi kembali aman," ujar Dody.
Selama proses penguatan, Jembatan Enang-Enang hanya melayani kendaraan roda dua dan kendaraan ringan penumpang. Kendaraan angkutan barang serta kendaraan bertonase besar tetap dilarang melintas demi menjaga keselamatan struktur.
Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian PU juga akan mempercepat pelebaran Jalan Werlah dan pembangunan dua jembatan baru. Selain itu, pemerintah menyiapkan jembatan shortcut yang mampu melayani kendaraan logistik hingga sekitar 30 ton, sehingga mobilitas aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....