Chusnunia: Tumbuhkan Desa Wisata Mandiri untuk Pariwisata Berkelanjutan

  • 10 Jul 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mengunjungi Desa Penglipuran Bali untuk melihat praktik pengelolaan desa wisata berkelanjutan yang menghasilkan pendapatan hingga Rp28 miliar per tahun.
  • Desa Penglipuran berhasil masuk dalam daftar 54 UN Tourism (UNWTO) Best Tourism Villages 2023 dengan menerapkan konsep Tri Hita Karana yang mengharmonisasikan hubungan antarmanusia, lingkungan alam, dan Sang Pencipta.
  • Indonesia menunjukkan pertumbuhan desa wisata signifikan dari 6.148 desa pada tahun 2025 menjadi 6.264 desa pada 2026, dengan dukungan Komisi VII DPR dan Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan kemandirian desa wisata berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Bangli - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mendorong desa-desa wisata di seluruh Indonesia terus berbenah serta mengharmonisasikan potensi desa, pelestarian budaya, lingkungan dan yang tdiak kalah penting pengembangan ekonomi lokal. Hal tersebut dikatakannya saat menggelar kunjungan kerja di Desa Penglipuran Bali, Kamis, 9 Juli 2026.

“Kami mengunjungi Desa Penglipuran guna melihat praktik pengelolaan desa yang berkelanjutan dan mandiri serta tata kelola lingkungan sehingga sukses menghasilkan pendapatan hingga miliaran rupiah setiap tahunnya,” ujarnya.

Desa Wisata Penglipuran sendiri berhasil masuk dalam daftar 54 UN Tourism (UNWTO) Best Tourism Villages 2023. Dengan penghasilan mencapai Rp28 miliar per tahun, Desa Penglipuran menjadi contoh nyata harmoni antara pelestarian budaya, lingkungan, dan ekonomi lokal.

Ia mencontohkan ketika pengunjung memasuki desa penglipuran para pengunjung akan menemui deretan tanaman hijau dan pengunjung hanya dapat berjalan kaki mengelilingi desa.

“Penerapkan konsep Tri Hita Karana yang menitikberatkan pada hubungan harmonis antarmanusia, lingkungan alam, serta Sang Pencipta menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung,” dia menambahkan.

Chusnunia mengatakan Indonesia sesungguhnya memiliki banyak desa dengan keunikan yang luar biasa. Keunikan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menjadikan wilayahnya sebagai Desa atau Kampung Wisata.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan desa wisata di Indonesia diharapkan akan semakin meningkatkan angka kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

“Desa Panglipuran di Bali hingga Desa Nglanggeran di Yogyakarta adalah contoh Desa Wisata yang sudah terkenal sampai mancanegara karena sukses mengintegrasikan keunikan wilayah, kearifan lokal, hingga sumber daya alam di desa tersebut menjadi daya tarik bagi para turis baik lokal hingga mancangera,” ungkapnya.

Lebih lanjut Chusnunia mengatakan bahwa Komisi VII bersama Kementrian Pariwisata akan terus mendorong kemandirian dan pertumbuhan desa wisata di seluruh Indonesia.Perkembangan desa wisata di Indonesia sendiri menunjukan grafik pertumbuhan mulai dari 6.148 desa pada tahun 2025 menjadi 6.264 desa pada 2026.

“Paska revisi UU Kepariwisataan yang baru tentu kerja belum usai dan mari kita jalankan amanat undang-undang tersebut untuk menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....