Sebanyak 72 Persen Kelurahan di Jakarta Kini Berstatus STBM

  • 29 Jun 2026 20:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 72 Persen Kelurahan di Jakarta Kini Berstatus STBM
  • Langkah Pemprov DKI Jakarta dalam mentransformasikan Jakarta, menjadi Kota Global yang sehat, terus menunjukkan tren positif

RRI.CO.ID, Jakarta – Langkah Pemprov DKI Jakarta dalam mentransformasikan Jakarta, menjadi Kota Global yang sehat, terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, sebanyak 194 kelurahan di Jakarta, resmi menyandang status Kelurahan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Komitmen.

Angka tersebut sekitar 72 persen kelurahan di seluruh wilayah Ibu Kota. Kabar baik itu ditegaskan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Menurut Rano, pembenahan sanitasi merupakan salah satu indikator vital, dalam parameter penilaian kota sehat di kancah internasional. "Menyongsong Jakarta memasuki usia lima abad, kita harus terus bersinergi dan berkolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Rano saat menghadiri Deklarasi STBM di Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin, 29 Juni 2026.

Menurutnya, mengejar target interkoneksi global bukan perkara mudah bagi Jakarta, terutama di kawasan padat penduduk. Oleh karena itu, pihaknya aktif menggandeng sektor swasta dan lembaga kolaborator, untuk membenahi infrastruktur dasar warga.

Terdapat beberapa syarat mutlak jika ingin sebuah wilayah mendapatkan status STBM. Salah satunya adalah minimal 500 Kepala Keluarga (KK) di area tersebut telah memiliki akses ke fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) layak.

Dalam deklarasi di Kelurahan Tomang kali ini, percepatan itu berhasil diwujudkan. Hal itu berkat kontribusi Bank Jakarta, yang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR), berupa 1 unit MCK berbasis komunal.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, membenarkan deklarasi ini menjadi lompatan penting bagi wilayahnya. Fasilitas komunal baru itu, diharapkan langsung memutus rantai sanitasi buruk di kawasan Tomang.

Hal yang sama disampaikan Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, dalam keterangan tertulisnya. Ia menyebutkan, pemberian MCK Komunal itu merupakan wujud kepedulian Bank Jakarta, dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat di Jakarta.

"Program CSR MCK komunal ini menjadi langkah Bank Jakarta, untuk hadir meningkatkan kehidupan dan lingkungan Jakarta yang bermanfaat.Bank Jakarta percaya kolaborasi antara pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting, dalam membangun Jakarta," ujar Agus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....