PU Perkuat Jaringan Irigasi Bogor Dukung Swasembada Pangan Nasional

  • 29 Jun 2026 19:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU merehabilitasi jaringan irigasi sekunder sepanjang 920 meter di Kabupaten Bogor melalui Inpres Irigasi
  • Rehabilitasi irigasi meningkatkan distribusi air bagi 110 hektare sawah dan mendorong indeks pertanaman naik menjadi 300
  • Kementerian PU bersama Kementerian Pertanian mempercepat pembangunan jaringan irigasi berbasis data untuk mendukung swasembada pangan nasional

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merehabilitasi jaringan irigasi sekunder sepanjang 920 meter di Kabupaten Bogor melalui Inpres Irigasi. Rehabilitasi tersebut bertujuan menjamin distribusi air lahan pertanian lebih merata untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Saluran irigasi tersebut berada di Daerah Irigasi (DI) Cihanjawar Cikupa, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Infrastruktur tersebut mampu mengairi 110 hektare lahan sawah sekaligus melayani empat kelompok tani setempat.

Pemerataan distribusi air ini mendorong peningkatan indeks pertanaman menjadi 300 dari sebelumnya rata-rata mencapai 200. Kondisi tersebut memungkinkan petani melakukan panen hingga tiga kali dalam satu tahun.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penguatan infrastruktur irigasi menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Menurutnya, ketersediaan air yang terjamin mendukung peningkatan produksi sekaligus efisiensi usaha pertanian.

"Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan," kata Dody dalam keterangan tertulis, Senin, 29 Juni 2026. Ia menegaskan infrastruktur juga berperan mendukung pendidikan serta pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Sebagaimana diketahui, jaringan irigasi tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor yang direhabilitasi melalui Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025. Pada Juni 2026, Kementerian PU telah menyerahkan hibah aset jaringan irigasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.

Selain Sukamakmur, rehabilitasi jaringan irigasi juga dilakukan di Kecamatan Klapanunggal, Kemang, dan Caringin. Total rehabilitasi tersebut mencapai 1,91 kilometer dengan cakupan layanan irigasi seluas 338 hektare lahan persawahan.

Menteri Dody menekankan pembangunan jaringan irigasi tersier penting untuk meningkatkan efektivitas distribusi air menuju lahan pertanian. Menurutnya, jaringan tersebut menjadi fondasi utama mengoptimalkan fungsi saluran irigasi bagi kebutuhan petani.

"Saya minta selain melakukan pengeboran air dalam, wajib juga dibuat jaringan irigasi tersier," ucapnya. Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan pasokan air pertanian mengalir secara merata.

Untuk mempercepat pelaksanaan Inpres Irigasi, Kementerian PU menggandeng Kementerian Pertanian mempercepat pendataan dan pembangunan jaringan irigasi secara simultan. Sinergi tersebut diharapkan menghasilkan pembangunan irigasi yang lebih cepat, tepat sasaran, dan berbasis data.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....