Pemkab Sorong Minta Operasional 30 Dapur MBG di Wilayah 3T Dipercepat
- 29 Jun 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemkab Sorong, Papua Barat Daya, mengusulkan percepatan operasional 30 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
- Kabupaten Sorong menjadi daerah dengan alokasi dapur MBG 3T terbanyak di Papua Barat Daya.
- Dapur aMBG dinilai berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat kampung melalui penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan hasil pertanian lokal.
RRI.CO.ID, Sorong - Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, mengusulkan percepatan operasional 30 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Agar manfaat program prioritas nasional tersebut segera dirasakan masyarakat di kampung-kampung.
Wakil Bupati Sorong, H. Sutejo, di Aimas, Senin, mengatakan Kabupaten Sorong menjadi daerah dengan alokasi dapur MBG 3T terbanyak di Papua Barat Daya. Namun, hingga kini sebagian besar dapur tersebut masih belum beroperasi.
"Kami berharap dapur-dapur ini segera beroperasi karena masyarakat di kampung-kampung terus menanyakan kapan mereka bisa merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis," ujar Sutejo. Ia menjelaskan, berbeda dengan penerima manfaat di wilayah perkotaan yang mulai menyampaikan keluhan terkait variasi menu, masyarakat di daerah 3T justru sangat menantikan pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, setiap kunjungan pemerintah daerah ke kampung-kampung selalu diwarnai pertanyaan dari masyarakat, kepala kampung. Hingga kepala distrik mengenai kepastian operasional dapur MBG.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sorong meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menjadi penghubung dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar proses administrasi. Termasuk pencairan anggaran dan tahapan operasional, dapat dipercepat.
"Kami berharap pemerintah provinsi dapat menjembatani komunikasi dengan BGN. Agar dapur-dapur MBG di wilayah 3T segera beroperasi," katanya.
Sutejo menilai operasional dapur MBG tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya. Tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat kampung melalui penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan hasil pertanian lokal.
Meski demikian, pemerintah daerah juga mengantisipasi potensi kekurangan pasokan pangan ketika seluruh dapur MBG mulai beroperasi. Untuk itu, bersama Satuan Tugas MBG, Pemkab Sorong menyiapkan strategi penguatan ketahanan pangan, salah satunya dengan mendorong penanaman jagung sebagai bahan baku pakan ternak guna meningkatkan produksi ayam, telur, dan ikan.
"Kami ingin kebutuhan pangan untuk program ini dapat dipenuhi dari daerah sendiri sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat Kabupaten Sorong," ujar Sutejo. Ia menambahkan, sejumlah investor yang berminat membangun dan mengelola dapur MBG juga terus menanyakan kepastian operasional program tersebut.
Pemerintah daerah berharap percepatan operasional dapur MBG di wilayah 3T segera direalisasikan agar manfaat program dapat dirasakan secara merata. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sorong hingga 2026 tercatat mencapai 13.289 orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....