Rajiv Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Bandung, Tekankan Nilai UUD 1945
- 29 Jun 2026 00:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv, menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.
- Pemahaman yang kuat terhadap empat pilar kebangsaan menjadi bekal penting.
- Rajiv menegaskan nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan tidak cukup dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap toleransi, gotong royong, dan saling menghormati.
RRI.CO.ID, Bandung - Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bertema "Menjaga Nilai-Nilai Kebangsaan Berdasarkan UUD 1945" di Kabupaten Bandung. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kebangsaan di tengah tantangan sosial dan derasnya arus informasi di era digital.
Dalam pemaparannya, Rajiv menjelaskan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjadi fondasi Indonesia. Yakni, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut dia, pemahaman yang kuat terhadap empat pilar tersebut menjadi bekal penting. Terutama, agar masyarakat tidak mudah terpengaruh berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
"Kalau masyarakat kuat memegang nilai-nilai kebangsaan, maka berbagai perbedaan tidak akan menjadi sumber konflik, tetapi justru menjadi kekuatan," ujar Rajiv, seperti dikutip, Minggu, 28 Juni 2026.
Kegiatan sosialisasi diikuti tokoh masyarakat, pemuda, serta aparatur desa. Acara berlangsung interaktif melalui diskusi mengenai tantangan menjaga persatuan, keberagaman, serta penguatan semangat gotong-royong di lingkungan masyarakat.
Rajiv menegaskan, nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan tidak cukup dipahami secara teoritis. Namun yang terpenting, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap toleransi, saling menghormati, dan semangat gotong-royong.
Ia juga mengajak generasi muda agar lebih bijak memanfaatkan media digital. Khususnya, tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Anak muda harus jadi perekat, bukan justru ikut memperkeruh keadaan karena informasi yang belum jelas kebenarannya," katanya.
Melalui kegiatan ini, Rajiv berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sekaligus, mampu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika perkembangan informasi dan kehidupan sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....