Pelestarian Hutan di Jabar Dinilai Berdampak bagi Jakarta dan Sekitarnya

  • 26 Jun 2026 09:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tutupan Hutan di Jabar saat ini di bawah 20 persen dan ini bisa berdampak pada daerah hilir seperti Jakarta.
  • Berdasarkan penelitian minimal tutupan hutan ada di angka 30 persen.

RRI.CO.ID, Jakarta- Anggota Komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro menyinggung tutupan hutan di Jawa Barat (Jabar) yang saat ini di bawah 20 persen. Kondisi tersebut dikawatirkan membuat daerah hilir seperti Jakarta semakin rawan dengan banjir.

Ia mengingatkan, pentingnya menjaga tutupan hutan di Jawa Barat sebagai upaya mencegah bencana hidrometeorologi. Sebab dengan berkurangnya kawasan hutan telah berdampak pada menurunnya kemampuan lingkungan dalam menyerap dan menahan air hujan.

"Kita ini membicarakan fakta yang terjadi. Seperti contohnya sekarang, kenapa Jakarta banjir? Jakarta banjir karena penutupan lahan hutannya itu di Jawa Barat kurang dari 20 persen," kata Darori dalam keterangannya, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut Darori, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tutupan hutan ideal di suatu wilayah minimal mencapai 30 persen. Keberadaan hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tata air dan mengurangi limpasan permukaan saat curah hujan tinggi.

"Berdasarkan penelitian, minimal harus 30 persen penutupan lahan hutan. Kalau ada hutan, kalau ada hujan, menurut teorinya 50 persen diserap oleh vegetasi dan tanah, sementara sisanya mengalir ke sungai," katanya.

Namun, kondisi saat ini dinilai semakin kompleks karena banyak sungai yang mengalami pendangkalan sehingga kapasitas tampung air terus berkurang. Akibatnya, saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, air tidak lagi tertampung secara optimal dan berpotensi menyebabkan banjir di berbagai wilayah.

Oleh karena itu, Darori mendorong pemerintah untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan dan mengendalikan alih fungsi lahan. Sehingga fungsi ekologis daerah tangkapan air tetap terjaga

"Keberhasilan pengelolaan hutan tidak hanya berdampak pada lingkungan setempat. Tetapi juga terhadap wilayah lain yang berada dalam satu kesatuan daerah aliran sungai," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....