Pemadaman Listrik Bergilir Mengganggu Produksi UMKM

  • 25 Jun 2026 05:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi menganggu proses produksi para pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi.
  • Bagi pelaku UMKM yang mengandalkan listrik untuk berproduksi sangat merasakan dampak pemadaman bergilir.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Bekasi mengganggu produksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah itu. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Hasan Basri, mengatakan pemadaman menyebabkan produksi tertunda.

UMKM yang terganggu terutama usaha yang mengandalkan peralatan berbasis listrik untuk memenuhi pesanan konsumen. Gangguan pasokan listrik itu membuat sebagian pelaku usaha terpaksa menghentikan sementara kegiatan produksinya.

Meskipun Pemerintah Kabupaten Bekasi menyadari adanya dampak buruk bagi pelaku UMKM, namun pihaknya tidak bisa banyak membantu. Persoalan pasokan listrik merupakan kewenangan penyedia layanan listrik yaitu PLN.

"Pemkab Bekasi hanya bisa melakukan komunikasi dan koordinasi kepada pihak PLN," katanya Rabu, 24 Juni 2026 malam. Pemkab ikut prihatan karena kegiatan produksinya UMKM menjadi tertunda karena pemadaman listrik.

Ia juga mengatakan, bahwa Pemkab Bekasi berkomitmen penuh mendukung tumbuh kembangnya UMKM di Kabupaten Bekasi. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan mulai dari menghadirkan berbagai program pembinaan dan perluasan akses pasar.

"Fokusnya adalah bagaimana UMKM tetap berkembang dan mampu meningkatkan kapasitas usahanya. Makanya pembinaan rutin terus kita lakukan dan tentunya upaya lainnya," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukan jumlah UMKM di Kabupaten Bekasi sebanyak 23.795 unit. Di Kota Bekasi jumlah UMKM sebanyak 15.156 unit.

Di Provinsi Jawa Barat wilayah yang terbanyak memiliki UMKM adalah Kabupaten Cianjur yaitu 49.395 unit. Sementara di Bandung sebanyak 46.614 unit UMKM.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....