Pengguna LRT Jabodebek Capai 13,2 Juta, KAI Tingkatkan Fasilitas
- 22 Jun 2026 19:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani sebanyak 13.211.856 pengguna LRT Jabodebek selama periode Januari hingga Mei 2026.
- Pihak manajemen mengoptimalkan keandalan fasilitas di berbagai stasiun guna mendukung keselamatan serta kenyamanan mobilitas harian para penumpang.
- Rata-rata pengguna harian moda transportasi massal tersebut pada hari kerja meningkat hingga menyentuh angka 120.000 orang.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 13.211.856 pengguna LRT Jabodebek. Jumlah pergerakan penumpang tersebut tercatat secara akumulatif selama periode bulan Januari hingga Mei 2026.
Angka kunjungan penumpang ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. KAI mencatat sebanyak 10.727.798 pengguna memanfaatkan moda transportasi itu pada periode Januari hingga Mei 2025.
Pertumbuhan penumpang juga terlihat dari rata-rata pengguna harian pada hari kerja yang terus melonjak. Rata-rata penumpang harian meningkat menjadi sekitar 120.000 pengguna dari sebelumnya hanya berkisar 98.000 orang.
Perusahaan transportasi milik negara tersebut merilis data resmi ini pada hari Senin, 22 Juni 2026. Pihak manajemen berkomitmen meningkatkan keandalan seluruh fasilitas stasiun demi menjamin keamanan mobilitas masyarakat harian.
KAI melakukan optimalisasi penerangan di Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO Stasiun Pancoran dan Kuningan. Langkah perbaikan dilanjutkan dengan menambah pendingin udara pada area concourse di Stasiun Dukuh Atas.
Peremajaan lift serta eskalator juga menyasar Stasiun Jatimulya, Bekasi Barat, Jatibening Baru, dan Cikunir 1. Pekerjaan waterproofing atap stasiun dilakukan guna menjaga fasilitas tetap optimal dalam menghadapi berbagai kondisi cuaca.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika menjelaskan pentingnya peningkatan fasilitas bagi para pengguna. Program pemeliharaan sarana stasiun ini berjalan secara berkesinambungan demi mewujudkan integrasi transportasi publik massal.
“Keselamatan merupakan fondasi utama layanan transportasi publik. Karena itu, setiap program perawatan dan peningkatan fasilitas yang kami lakukan selalu mengedepankan aspek keselamatan bagi pengguna maupun petugas, sehingga pengguna dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman sejak berada di area stasiun hingga tiba di tujuan,” ujar Radhitya.
Radhitya menambahkan bahwa integrasi antarmoda menjadi fokus utama dalam memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi masyarakat. Pihak operator terus menyelaraskan keandalan fasilitas fisik agar perpindahan penumpang dapat berlangsung aman dan lancar.
“LRT Jabodebek merupakan bagian dari ekosistem transportasi perkotaan yang terhubung dengan berbagai moda transportasi lainnya. Karena itu, peningkatan fasilitas terus dilakukan agar pengguna dapat berpindah moda dengan lebih aman, nyaman, dan lancar. Pada akhirnya, seluruh upaya ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Seorang pengguna setia moda transportasi kereta layang ringan bernama Arianti turut memberikan apresiasi positif. Dia biasa melakukan perjalanan harian menggunakan jasa angkutan umum dari peron Stasiun Cawang menuju Halim.
"Saya pikir sejauh ini, saya pribadi bersama keluarga menikmati kenyamanan naik LRT Jabodebek. Bersih dan nyaman, sudah tersaji sejak masuk peron hingga masuk keretannya," kata Arianti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....