Pemkab Bekasi Percepat Pembangunan Fisik, Targetkan Juli 2026 Mulai Berjalan
- 18 Jun 2026 06:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemkab Bekasi menargetkan pembangunan fisik di Kabupaten Bekasi mulai berjalan per 1 Juli 2026.
- Pemkab Bekasi Berharap pembangunan di Kabupaten Bekasi tidak mandeg sekalipun terdapat sejumlah kendala seperti kenaikan harga BBM dan bahan baku.
RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Pemkab Bekasi menargetkan seluruh pembangunan fisik di wilayahnya mulai berjalan pada Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya mempercepat pembangunan fisik di wilayah Kabupaten Bekasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan pembangunan harus tetap berjalan meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika. Termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah material konstruksi yang berpengaruh terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Pembangunan harus berjalan, tidak bisa berhenti. Karena itu saya minta seluruh perangkat daerah segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar kegiatan yang sudah direncanakan dapat direalisasikan,” katanya, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurutnya, kenaikan harga BBM berdampak pada sejumlah kegiatan pembangunan. Karena memengaruhi komponen biaya yang telah disusun dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Oleh karena itu, pihaknya meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) segera melakukan pemetaan dan analisis terhadap dampak kenaikan harga tersebut. Sekaligus menyiapkan skema penyesuaian yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya minta TAPD segera bergerak melakukan pemetaan dan menghitung dampak yang terjadi. Jika memang diperlukan penyesuaian, segera dilakukan agar pembangunan tetap bisa berjalan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.
Dia menjelaskan, kenaikan harga material berpotensi mempengaruhi volume pekerjaan yang dapat dilaksanakan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan tertundanya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah daerah.
“Saya ingin per 1 Juli pembangunan sudah mulai berjalan jangan sampai terlalu lama tertahan. Kalau memang perlu dilakukan penyesuaian sesuai ketentuan, segera diselesaikan agar program yang sudah direncanakan bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....