Memasuki Musim Kemarau, Warga Bekasi Diingatkan Tidak Buang Sampah Sembarangan

  • 17 Jun 2026 07:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pembakaran sampah sembarangan berpotensi memicu adanya kebakaran pada saat musim kemarau.
  • Disdamkarmat Kota Bekasi terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah semabarangan saat musim kemarau.

RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menghimbau warga Kota Bekasi untuk tidak membakar sampah sembarangan. Terutama pada saat musim kemarau yang saat ini sudah mulai berlangsung di wilayah tersebut.

Menurut Sekretaris Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, mengatakan langkah tersebut perlu diperhatikan sebagai upaya mencegah kebakaran. Sebab, aksi membakar sampah berpotensi mengakibatkan kebakaran pada saat musim kemarau.

"Jangan membakar sampah sembarangan, hindari risiko yang bisa menimbulkan percikan api. Karena hal tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran," katanya, kepada wartawan, Selasa, 16 Juni 2026.

Pihaknya juga mengatakan, Disdamkarmat membuka ruang informasi dan pengaduan seluas-luasnya bagi masyarakat. Sehingga masyarakat bisa melapor jika terjadi peristiwa kebakaran maupun melaporkan hal-hal yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Tak hanya itu, Disdamkarmat juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran. Termasuk mendata lahan-lahan kosong yang berpotensi mengakibatkan terjadinya kebakaran karena dipenuhi sampah maupun rumput kering.

"Upaya pencegahan kita lakukan dengan membuka ruang pengaduan kepada masyarakat. Termasuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang potensi kebakaran," katanya.

Ia juga menyebut bahwa hampir semua wilayah di Kota Bekasi memiliki potensi kebakaran yang sama. Sehingga , sebagai langkah antisipasi Disdamkarmat juga terus memberikan edukasi dan informasi kepada warga khususnya pengurus RT maupun RW.

"Potensi kebakaran itu hampir merata di setiap wilayah. Makanya kami edukasi dan membuka ruang informasi serta pengaduan kepada warga termasuk pengurus RT dan RW soal bahaya kebakaran," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....