Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Kepulauan Sangihe, Tidak Berpotensi Tsunami

  • 11 Jun 2026 17:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,4 mengguncang wilayah Pantai Barat Laut Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Pada Kamis 11 Juni 2026 pukul 14.33 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan episenter gempa berada di laut sekitar 20 kilometer barat laut Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe. Pada kedalaman 10 kilometer.

Ia menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik. Atau thrust fault,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulis, Kamis 11 Juni 2026.

BMKG mencatat guncangan gempa dirasakan pada skala IV-V MMI di Kepulauan Marore dan III-IV MMI di Kendahe, Kepulauan Sangihe. Sementara itu, guncangan dengan intensitas III MMI dirasakan di Nusa Tabukan, Kota Tahuna, dan Kota Melonguane.

Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa juga dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Wijayanto menjelaskan, gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas susulan gempa besar magnitudo 7,7. Gempa yang terjadi di Mindanao, Filipina, pada 8 Juni 2026.

“Hingga tanggal 11 Juni 2026 pukul 14.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 278 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,7,” katanya. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....