Satu Dekade Pimpin DPRD DKI, Pras Ungkap Tantangan Jakarta Jelang 5 Abad
- 11 Jun 2026 13:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Prasetyo menilai Jakarta masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
- Pras juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan responsif.
- Masa depan Jakarta akan ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen kota dalam mewujudkan pembangunan yang maju,
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027, mantan Ketua DPRD DKI Jakarta dua periode 2014-2024, Prasetyo Edi Marsudi, menyampaikan refleksi. Sekaligus catatan penting mengenai arah pembangunan ibu kota ke depan.
Setelah satu dekade memimpin DPRD DKI Jakarta, Prasetyo menilai Jakarta telah mengalami banyak kemajuan. Namun, menurutnya masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar Jakarta benar-benar mampu menjadi kota global yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Menurut Pras, panggilan akrab Prasetyo, pembangunan manusia harus menjadi fondasi utama kemajuan Jakarta. Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur modern maupun gedung pencakar langit, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya.
"Yang pertama soal pembangunan manusia sebagai fondasi kemajuan Jakarta. Ini nggak bisa cuma diukur dari infrastruktur dan gedung pencakar langit. Tapi bagaimana kualitas sumber daya manusianya," ujar Prasetyo di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis 11 Juni 2026.
Karena itu, selama menjabat Ketua DPRD, Pras mengaku konsisten mendukung program prioritas di bidang pendidikan dan kesehatan. Selain memberikan dukungan anggaran, DPRD juga memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai program layanan publik.
Selain pembangunan manusia, Pras menyoroti pentingnya pengembangan transportasi publik sebagai solusi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan klasik Jakarta. Ia menilai integrasi antarmoda transportasi yang tengah dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah berada di jalur yang tepat.
"Sebab saya percaya kalau ini sudah optimal baik semua nggak ada lagi yang mau pakai kendaraan pribadinya. Semuanya naik transportasi umum," katanya.
Persoalan banjir juga menjadi perhatian Prasetyo. Ia menilai program normalisasi sungai harus terus dilanjutkan sebagai langkah pengendalian banjir.
Meski mengakui persoalan tersebut belum sepenuhnya tuntas selama dirinya memimpin DPRD, ia melihat adanya perkembangan positif di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta saat ini, Pramono Anung Wibowo.
"Tapi saya lihat Mas Pram concern sekali dan titik-titik banjir kita bisa lihat sudah mulai berkurang. Intinya penataan kawasan bantaran perlu terus dilakukan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan lingkungan," ucap Pras.
Di sisi lain, ia menilai Jakarta perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap isu lingkungan hidup. Menurutnya, sebagai kota global, Jakarta harus tumbuh menjadi kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ia pun mendorong penambahan ruang terbuka hijau, pengendalian polusi udara, serta pengelolaan sampah modern agar masuk dalam agenda prioritas pembangunan. Namun, upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah.
"Kalau pemerintah sudah seperti itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan perlu terus ditingkatkan melalui edukasi dan partisipasi yang aktif," ujarnya.
Pras juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan responsif. Menurutnya, di era digital saat ini, pelayanan publik harus mampu berjalan secara cepat, tepat, dan akuntabel.
Ia mengingatkan bahwa keterbukaan informasi di DPRD DKI Jakarta telah mulai diterapkan sejak mdirinya menjabat pada 2015. Karena itu, ia berharap semangat transparansi tersebut terus diperkuat pada kepemimpinan saat ini.
"Dan saya yakin di kepemimpinan Mas Pram dan Pak Suhud Ketua DPRD yang baru ini transparansi dan akuntabilitas dapat semakin optimal. Serta dapat merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan efisien," katanya.
Menutup refleksinya, Pras menegaskan bahwa usia 500 tahun Jakarta bukan sekadar momentum perayaan sejarah. Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi titik tolak untuk memperkuat fondasi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, masa depan Jakarta akan ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen kota dalam mewujudkan pembangunan yang maju, inklusif, berkelanjutan. Serta mampu menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warganya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....