Pangdam XXIV/Mandala Trikora Berikan Klarifikasi Terkait Isu Mama Sinta

  • 11 Jun 2026 01:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia memberikan penjelasan terkait informasi yang berkembang mengenai Yasinta Moiwend atau Mama Sinta
  • Di mana belakangan menjadi perhatian publik
  • Menurut Pangdam, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak yang bersangkutan, tidak ditemukan adanya unsur pemaksaan

RRI.CO.ID, Papua Selatan - Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia memberikan penjelasan terkait informasi yang berkembang mengenai Yasinta Moiwend atau Mama Sinta. Di mana belakangan menjadi perhatian publik.

Menurut Pangdam, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak yang bersangkutan, tidak ditemukan adanya unsur pemaksaan. Maupun tindakan penculikan sebagaimana yang beredar di sejumlah ruang publik.

"Dari informasi yang kami peroleh, tidak ada peristiwa penculikan seperti yang berkembang. Yang bersangkutan juga dalam kondisi baik dan aman," kata Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa klarifikasi dari Mama Yasinta menjadi bagian penting dalam memahami duduk perkara secara utuh. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat melihat informasi berdasarkan fakta dan keterangan dari pihak-pihak yang terkait langsung.

Pangdam juga menilai sejumlah informasi yang berkembang. Termasuk yang mengaitkan keterlibatan aparat maupun penggunaan sarana transportasi tertentu, perlu dicermati secara hati-hati dan diverifikasi kebenarannya.

"Karena itu penting untuk melihat fakta secara langsung. Dan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman," ujarnya.

Lebih lanjut, Pangdam menyampaikan hingga saat ini tidak terdapat laporan dari jajaran TNI mengenai adanya tindakan di luar prosedur yang berkaitan dengan kasus tersebut. Ia mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan informasi yang terverifikasi serta menjaga ruang publik tetap kondusif melalui penyampaian informasi yang akurat dan berimbang.

"Mari kita sama-sama mengedepankan fakta dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Ini agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai persoalan ini," ucapnya.

Menurutnya, komunikasi dan klarifikasi yang terbuka menjadi langkah penting untuk menghindari munculnya kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat. TNI berharap berbagai informasi yang berkembang dapat disikapi secara bijak dan proporsional sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun spekulasi yang berkepanjangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....