Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat Bekasi Siap Beroperasi

  • 09 Jun 2026 23:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 atau Sekolah Rakyat Bekasi akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026 ini.
  • Jumlah kuota sekolah rakyat kali ini sebanyak 270 orang dari mulai tingak SD, SMP, SMA.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Barat 2 atau Sekolah Rakyat Bekasi dipastikan siap beroperasi pada tahun ajaran baru 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah.

Menurutnya, sekolah yang berlokasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat akan menerima peserta didik baru. Sekaligus menampung siswa Kabupaten Bekasi dari Sekolah Rakyat rintisan yang sebelumnya beroperasi di Kota Bekasi.

“Insya Allah siap beroperasi. Dan akan menjalani kegiatan belajar mengajar yang akan dimulai pada tahun ajaran 2026 di akhir bulan Juni ini," katanya, kepada wartawan, Selasa, 9 Juni 2026.

Alamsyah menyebutkan, untuk kuota Kabupaten Bekasi, SR akan membuka 9 rombongan belajar (rombel). Yang terdiri dari tiga rombel tingkat SD, tiga rombel tingkat SMP, dan tiga rombel tingkat SMA.

Ia menjelaskan, masing-masing rombel akan diisi 30 siswa. Sehingga total kuota peserta didik baru tahun 2026 mencapai 270 orang.

“Total kuota untuk calon siswa Kabupaten Bekasi sebanyak 270 siswa. Masing masing-masing terdiri 90 siswa dari setiap jenjang SD, SMP, dan SMA,” katanya.

Ia juga mengatakan, sekolah rakyat juga menerima sebanyak 44 siswa. Mereka merupakan warga Kabupaten Bekasi sebelumnya telah mengikuti pendidikan di SR rintisan Kota Bekasi.

"Siswa yang awalnya mengikuti pendidikan di SR rintisan Kota Bekasi akan dialihkan secara permanen pada tahun ini. Totalnya ada 44 orang siswa," katanya.

Alamsyah menegaskan, sasaran utama program tersebut berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2. Atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data pemerintah pusat.

"Proses pendataan calon siswa dilakukan berdasarkan data dari Kementerian Sosial. Yang kemudian diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)," ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....