Pembongkaran Ruko Pluit, Pihak Berpolemik Diminta Buka Ruang Dialog

  • 27 Mei 2023 22:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara, Brando Susanto menanggapi polemik antara penyewa, pemilik rumah toko (Ruko) Blok Z4 Utara dan Z8 Selatan dengan Ketua RT 011/RW 03 di Jalan Niaga, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara baru-baru ini.

Polemik ini kian memanas saat Riang Prasetya selaku ketua RT setempat mempersoalkan kedatangan Anggota DPR RI Fraksi PDIP Darmadi Durianto dan Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Gani Suwondo Lie. Kedua Legislator itu melakukan kunjungan ke lokasi pembongkaran saluran air depan ruko di kompleks pertokoan Jalan Niaga, dalam rangka menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

Brando Susanto menegaskan, sebagai anggota DPR sudah selayaknya mereka berada di tengah masyarakat. Kehadiran mereka untuk merekam gejolak situasi kebatinan masyakarat untuk ditindaklanjuti.

"Kami tidak bisa mendiskreditkan satu pihak, karena kedua anggota Dewan dari PDI Perjuangan tersebut menjalankan tugasnya. Yakni menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi rakyat atas polemik yang terjadi di Ruko Jalan Niaga," ujar Brando Susanto, Sabtu (27/5/2023).

Intinya, lanjut dia, kedua anggota Dewan dari PDI Perjuangan ini hanya melakukan tugas konstitusi saja dengan niatan baik. Tentu yang diharapkan ketika mendengar dari kedua belah pihak, termasuk Ketua RT yang memiliki pandangan hukum berbeda dengan pemilik ruko.

"Saya melihat hal ini adalah bagian dari tugas yang diemban mereka (DPR dan Ketua RT, red) dan tidak ada niatan provokatif, apalagi backing-backing-an. Jadi akan cari solusi terbaik melalui musyawarah mufakat," kata Brando Susanto.

Ia juga mendorong agar polemik ini sebaiknya tidak dibawa ke ranah politis serta tidak membangun narasi provokatif yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. "Sebaiknya dilakukan dialog terbuka sesama pemerintah dan pihak-pihak terkait serta masyarakat terdampak," ucapnya.

Menurut Brando Susanto, melalui dialog maka semua pihak akan saling terbuka dan dapat meredam situasi yang memanas terkait polemik yang terjadi. Langkah konkret untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan adalah membuka ruang dialog.

"Pihak eksekutif, legislatif, aparat keamanan, camat, lurah, RT/RW serta masyarakat yang merasa dirugikan perlu ditempatkan pada suatu ruang dialog. Sehingga persoalan ini bisa menemui titik terang dan sama-sama tidak saling curiga," kata Brando menuturkan.

Menurut Brando, baik Darmadi Durianto dan Gani Suwondo serta ketua RT Riang Prasetya tidak ada yang salah. Sebab, mereka sama-sama menjalankan fungsi dan tugasnya dan menginginkan jalan terbaik dari persoalan tersebut.

"Kami fokus ke tugas pihak terkait sebenarnya tidak ada masalah, maka perlu koordinasi yang intens agar sama-sama tidak merasa dirugikan. Hal sepele, tetapi di satu sisi rasa kemanusiaan serta kerukunan dan persatuan perlu dijunjung," ujarnya menambahkan.

Menurut Brando, di lokasi tersebut ada manusia, dan mereka mencari makan serta rezeki untuk keluarga. "Kita perlu menempatkan kemanusiaan itu, tetapi kita juga perlu menjaga persatuan. Maka jalan dialog perlu kita bangun," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....