Tarif Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, Pemprov DKI Evaluasi Besaran Subsidi
- 07 Jun 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemprov DKI akan menyesuaikan tarif sejumlah rute Transjabodetabek dalam waktu dekat.
- Subsidi per penumpang mencapai sekitar Rp11.500 karena biaya operasional jauh lebih tinggi dari tarif saat ini.
- Sebanyak 18 rute Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dan wilayah penyangga saat ini masih mendapatkan subsidi dari Pemprov DKI.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek dalam waktu dekat. Kebijakan tersebut sedang dikaji seiring besarnya subsidi yang selama ini diberikan untuk mendukung operasional layanan transportasi lintas wilayah tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penyesuaian tarif akan diterapkan pada sejumlah rute Transjabodetabek. Menurutnya, keputusan tersebut akan dibahas dan ditetapkan dalam beberapa bulan ke depan.
“Segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya,” kata Pramono, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menjelaskan, evaluasi tarif dilakukan karena nilai subsidi yang ditanggung pemerintah daerah dinilai terlalu besar. Kondisi tersebut membuat Pemprov DKI perlu melakukan penyesuaian agar operasional layanan tetap berjalan secara berkelanjutan.
Saat ini tarif Transjabodetabek masih terintegrasi dengan tarif Transjakarta, yakni sekitar Rp3.500 per perjalanan. Namun biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk setiap penumpang diperkirakan mencapai sekitar Rp15.000.
Artinya, pemerintah DKI Jakarta harus menanggung subsidi sekitar Rp11.500 untuk setiap perjalanan penumpang. Selisih yang cukup besar tersebut menjadi salah satu alasan utama dilakukannya evaluasi tarif.
Hingga Juni 2026, Transjabodetabek telah melayani 18 rute yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Seluruh rute tersebut masih mendapatkan dukungan subsidi dari Pemprov DKI Jakarta.
Beberapa rute yang saat ini beroperasi antara lain Blok M-Bogor, Depok-Cawang, Universitas Indonesia-Lebak Bulus, Summarecon Bekasi-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, hingga Cawang-Cikarang. Selain itu terdapat pula sejumlah rute menuju Tangerang dan Tangerang Selatan seperti BSD-Jelambar, Ciputat-CSW, Alam Sutera-Blok M, serta layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu jalur yang turut masuk dalam pembahasan penyesuaian tarif. Rute yang mulai beroperasi pada Maret 2026 tersebut sebelumnya memang direncanakan untuk dievaluasi setelah berjalan selama tiga bulan.
Meski demikian, Pramono belum merinci rute mana saja yang akan mengalami perubahan tarif maupun besaran tarif baru yang akan diterapkan. Pemerintah masih melakukan perhitungan sebelum mengambil keputusan final.
Pemprov DKI menegaskan penyesuaian tarif dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan layanan bagi masyarakat dan keberlanjutan operasional. Dengan jaringan yang terus berkembang, Transjabodetabek diharapkan tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian antarwilayah di kawasan Jabodetabek.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....