Penumpang LRT Jabodebek Mencapai Rekor 129.692 Orang
- 29 Mei 2026 23:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- LRT Jabodebek mencatatkan rekor tertinggi sebanyak 129.692 pengguna harian pada hari kerja.
- Pengelola transportasi massal mencatat pertumbuhan penumpang sebesar 13 persen saat libur nasional.
- Penumpang bernama Diyah mengandalkan layanan transportasi LRT Jabodebek untuk melakukan perjalanan liburan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Jumlah penumpang harian LRT Jabodebek mencapai rekor tertinggi 129.692 orang. Pencapaian signifikan tersebut berhasil menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi massal di Jakarta.
Rekor baru tersebut tercapai pada hari kerja serta masa libur nasional sepanjang Mei 2026. Pihak pengelola mencatat lonjakan penumpang yang signifikan baik saat hari kerja maupun akhir pekan.
Pada hari kerja, jumlah pengguna moda transportasi massal ini mengalami kenaikan sebesar dua persen. Peningkatan tersebut setara dengan penambahan penumpang sebanyak 2.603 orang dibanding rekor pada 28 April 2026.
Sementara itu, layanan libur nasional mencatatkan jumlah penumpang mencapai 59.870 orang pada Kamis, 28 Mei 2026. Angka ini tumbuh sebesar 13 persen dibandingkan pencapaian sebelumnya yang berada pada posisi 52.775 orang.
“Peningkatan jumlah pengguna ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik terus tumbuh. LRT Jabodebek hadir mendukung mobilitas masyarakat dengan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta terintegrasi dengan moda transportasi lainnya,” ujar Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika.
Stasiun Harjamukti mencatat volume tap-in tertinggi dengan 6.180 pengguna pada jam sibuk pagi hari. Stasiun Kuningan juga menjadi tujuan akhir favorit yang melayani sebanyak 7.390 penumpang pada periode tersebut.
Sementara itu, Stasiun Cikunir 1 mencatat sebanyak 2.891 pengguna yang melakukan perjalanan menuju Jakarta. Volume tersebut diikuti oleh Stasiun Jatimulya yang melayani mobilisasi sebanyak 2.733 pengguna layanan kereta.
Stasiun Pancoran menyusul sebagai stasiun tujuan kedua terpadat dengan berhasil melayani sebanyak 5.507 penumpang. Selanjutnya, Stasiun Dukuh Atas Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan jumlah kedatangan sebesar 4.589 pengguna.
Pada sore hingga malam hari, Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia mencatat 14.527 pengguna. Posisi tersebut disusul erat oleh Stasiun Kuningan yang melayani tap in sebanyak 12.320 orang.
Stasiun Rasuna Said juga mencatatkan aktivitas keberangkatan yang cukup tinggi mencapai 6.750 pengguna jasa. Melihat tren positif ini, Radhitya menambahkan penjelasan mengenai fungsi penting dari moda transportasi modern tersebut.
“Tingginya mobilitas pengguna LRT Jabodebek yang akan beraktivitas di pusat Jakarta menunjukkan peran transportasi publik semakin penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi,” ujarnya.
Seorang penumpang bernama Diyah memberikan tanggapan sangat positif setelah mencoba layanan transportasi publik tersebut. Ia merasa sangat terbantu dengan kehadiran layanan kereta yang efisien pada masa libur panjang.
"Perjalanan saya bersama keluarga di saat liburan panjang menjadi salah satu andalan transportasi di Jakarta, LRT Jabodebek. Saya pikir ini menjadi solusi terbaik," kata Diyah, penumpang, Jumat.
Pihak pengelola terus berkomitmen mengoptimalkan layanan operasional demi meningkatkan kenyamanan seluruh masyarakat pengguna. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem transportasi publik perkotaan yang modern dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....