BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di 10 Wilayah Sulut hingga Besok

  • 29 Mei 2026 00:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG mengingatkan masyarakat di 10 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara (Sulut) agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem.
  • BMKG memperkirakan cuaca ekstrem masih berlangsung hingga Minggu 29 Meo 2026, besok.
  • BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

RRI.CO.ID, Manado - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di 10 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara (Sulut) agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem. BMKG memperkirakan cuaca ekstrem masih berlangsung hingga Minggu 29 Meo 2026, besok.

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Dhira Utama mengatakan, analisis dinamika atmosfer menunjukkan sejumlah fenomena cuaca sedang aktif. Khususnya, di wilayah Sulawesi Utara.

“Adanya Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin di wilayah Sulawesi Utara meningkatkan aktivitas konvektif secara signifikan. Hal ini juga didukung oleh suhu muka laut yang hangat,” kata Dhira di Manado, Kamis 28 Mei 2026, malam.

Selain itu, BMKG juga memantau keberadaan bibit siklon tropis Jangmi di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina. Menurutnya, kondisi tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan belokan angin di wilayah Sulut yang menjadi tempat berkumpulnya uap air.

Sehingga, hal tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama pada malam hari. “Kondisi ini memicu peningkatan curah hujan secara signifikan,” ujarnya.

BMKG memprediksi kombinasi fenomena atmosfer tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir. Serta angin kencang di sejumlah wilayah.

Adapun 10 daerah yang diminta waspada meliputi Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan. Lalu, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Di antanya, dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

Langkah antisipasi dinilai penting guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Terutama di wilayah bertopografi curam, pegunungan, tebing, dan kawasan rawan longsor maupun banjir.

BMKG juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado. Mengingat kondisi cuaca dapat berubah secara dinamis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....